Band Pandai Besi Parodikan Orde Baru dan Sindir Bakrie  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandai Besi sebagai Tokoh Seni Tempo 2013 kategori musik untuk album Daur baur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pandai Besi sebagai Tokoh Seni Tempo 2013 kategori musik untuk album Daur baur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Grup musik Pandai Besi tampil sebagai penutup serangkaian acara simposium Indonesia Media Art Festival di Galeri Nasional Indonesia, Senin, 15 Juni 2015. Uniknya, band yang digagas gitaris dan vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, itu sanggup mengocok perut penonton.

    Para personel Pandai Besi berpentas dengan penampilan bak pejabat Orde Baru. Cholil keluar dengan pakaian dinas pemerintah lengkap dengan peci di kepala. Tiga penyanyi pendukung memakai baju batik pegawai negeri sipil. Pembetot bas memakai pakaian petani. Pentrompet tampil memakai jaket partai Golongan Karya (Golkar). Dan, seorang maskot memakai topeng Soeharto.

    Sebelum mereka tampil ke hadapan penonton, pembawa acara bahkan tidak memperkenalkan mereka sebagai Pandai Besi atau Efek Rumah Kaca, tapi Efek Rumah Kodim--Kodim di sini merujuk pada Komando Distrik Militer. Alih-alih membawakan lagu sendiri, mereka justru membawakan lagu dari album Souvenir Pemilu 1971--album kumpulan lagu dari Golkar yang pada tahun itu menang pemilu.

    Salah satu lagu yang dibawakan mereka yakni Tanjung Ou Ulate, lagu daerah asal Maluku yang telah diubah liriknya oleh Tanty Josepha. 

    "Siapa bilang bapak dari Blitar/bapak kita dari Tanjung Enim/siapa bilang sayang Golkar/jangan lupa cium beringin," begitu Cholil menyanyikan penggalan lirik lagu itu dengan nada satir.

    Cholil pun menyanyikan lagu Ayo Mama dan Es Lilin yang liriknya sudah diubah oleh Bing Slamet. Di sela pertunjukan, Cholil bahkan sempat menyindir Golkar. "Kalau ada antek-anteknya Bakrie, suruh masuk saja," ujar mahasiswa magister jurusan ilmu politik di New York University itu bercanda.

    Album Souvenir Pemilu 1971 adalah album yang dibagikan cuma-cuma kepada para simpatisan Golkar. Album ini berisi pujian-pujian untuk Golkar. Banyak artis yang terlibat dalam pembuatan album ini.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.