Kristen Stewart Lesbian, Ibunya Mendukung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Kristen Stewart melihat penghargaan yang diraihnya yaitu sebagai Aktris pendukung terbaik pada film, `Sils Maria` (Clouds of Sils Maria) dalam ajang Cesar Awards ke-40 di Paris, Perancis, 20 Februari 2015. REUTERS

    Aktris Kristen Stewart melihat penghargaan yang diraihnya yaitu sebagai Aktris pendukung terbaik pada film, `Sils Maria` (Clouds of Sils Maria) dalam ajang Cesar Awards ke-40 di Paris, Perancis, 20 Februari 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumor Kristen Stewart memilih pasangan sesama jenis ternyata bukan isapan jempol belaka. Bekas kekasih Robert Pattinson ini memiliki kekasih yang tak lain adalah asisten pribadinya, Alicia Cargile.

    Berita ini sempat menggegerkan para penggemar Kristen Stewart. Namun, ibu Stewart, Jules Stewart, justru mendukung keputusan putrinya itu. "Apa alasanku tidak menerima hubungan mereka? Mereka bahagia," ujar Jules seperti dilansir Sunday Mirror, Minggu, 14 Juni 2015.

    Wanita 55 tahun itu justru tidak ingin ambil pusing dengan pilihan Kristen. Menurut Jules, Kristen bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri.

    Jules, yang berkarier di Hollywood sebagai penyelia naskah, menambahkan, setiap orang semestinya bebas mencintai siapa pun. "Aku menerima putriku mencintai wanita atau pria. Tidak ada salahnya menjadi diri sendiri," ujarnya. "Kita semua bebas memilih teman, jadi kita harus bebas memilih pasangan."

    Jules, yang juga menyutradarai film K-11 (2012)--film tentang diskriminasi seksual--menegaskan bahwa hubungan Kristen dengan Cargile tidak perlu menjadi perdebatan selama tidak merugikan siapa pun.

    "Aku sudah bertemu dengan pacar Kristen. Dia gadis yang baik. Orang boleh melakukan apa pun yang mereka suka selama tidak menyakiti orang lain atau melanggar hukum," tuturnya.

    LUHUR PAMBUDI | MIRROR



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.