Lewat Album Baru, Gigi Mohon Ampun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil band GIGI, Hendi, Armand Maulana dan Thomas menunjukkan album religi terbarunya bertajuk Gigi-Mohon Ampun di Kemang, Jakarta, 10 Juni 2015. Album ini menyuguhkan 10 lagu, diantaranya Mohon Ampun, Amnesia, Kusadri, Pintu Surga, Kota Santri dan Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya. TEMPO/Nurdiansah

    Personil band GIGI, Hendi, Armand Maulana dan Thomas menunjukkan album religi terbarunya bertajuk Gigi-Mohon Ampun di Kemang, Jakarta, 10 Juni 2015. Album ini menyuguhkan 10 lagu, diantaranya Mohon Ampun, Amnesia, Kusadri, Pintu Surga, Kota Santri dan Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO , Jakarta:Setelah absen setahun, Gigi kembali merilis album religi. Band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Rhamdan (bass), dan Gusti Hendy (drum) ini menamai albumnya Mohon Ampun.

    Album ini memuat single religi yang pernah digarap Gigi sebelumnya, seperti Pintu Sorga dan Perdamaian. Namun, band yang mengawali karier tahun 1994 ini menjanjikan aransemen yang lebih segar dan baru dalam menggarap ulang lagu tersebut.

    "Kami lebih ke arah membuat lagu religi yang bisa dinikmati," ujar Armand Maulana, vokalis, di bilangan Jalan Kemang Raya, pada Rabu, 10 Juni 2015.

    Gigi mengungkapkan keinginannya merilis religi lantaran sejak Bimbo tidak ada musikus lagi yang menggarap hal serupa."Kami sudah menggarap lagu religi sejak 12 tahun lalu. Jadi, kami ingin meneruskan," ujar Thomas.

    Karena hanya mengaransemen ulang, band asal Bandung itu tidak mengalami banyak kesulitan."Pengerjaannya sekitar dua minggu, kalau rekamannya sendiri satu minggu," ujar Gusti yang baru bergabung di Gigi tahun 2006.

    Sayangnya, album yang berisi 10 lagu ini tidak bisa didapat di seluruh daerah di Indonesia. Album yang digarap oleh perusahaan ayam goreng ini hanya bisa didapat di kota besar seperti Aceh, Medan, Pekan Baru, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.