Benarkah Kylie Jenner Sudah Tak Dikasih Uang Jajan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kylie Jenner tampil cantik saat meresmikan toko Topshop di Los Angeles, 3 Juni 2015. (Ap Photo)

    Kylie Jenner tampil cantik saat meresmikan toko Topshop di Los Angeles, 3 Juni 2015. (Ap Photo)

    TEMPO.CO , Jakarta:Baru-baru ini, terdengar kabar bahwa adik Kim Kardashian, Kylie Jenner sudah tak dibiayai lagi oleh ibunya. Dikutip dari People.com, gadis berusia 17 tahun ini mengaku kepada InStyle UK bahwa ibunya sudah tidak membiayai hidupnya sejak tiga tahun yang lalu.

    Namun, sumber terdekat dari keluarga ini mengatakan bahwa Kris Jenner hanya memotong uang jajan secara teknis saja karena ibu dari 6 anak ini masih menyediakan segala kebutuhan harian Kylie.

    "Dia menyediakan banyak makanan serta semua barang mewah selama tinggal bersama ibunya," kata sumber terdekat keluarga ini. "Tapi, kalau Kylie menginginkan tas Chanel baru, maka Kylie lah yang harus membayarnya," imbuh sumber itu.

    Lebih lanjut, sumber itu juga menjelaskan bahwa tindakan Kris Jenner ini tidak berarti bahwa ia tidak membiayai atau memberi apapun kepada Kylie selama tinggal di rumah.

    Kylie dianggap sudah memiliki penghasilan yang sangat besar untuk gadis seusianya. Kylie mendapatkan banyak pemasukan mulai dari clothing line yang ia produksi bersama kakaknya di TopShop dan PacSun, ada dari serial Keeping Up with the Kardashian, dan dari bisnis pribadi 'hair extension'.

    "Kylie membayar semua keperluannya dengan penghasilannya sendiri," katanya lebih lanjut.

    Remaja kelahiran Los Angeles, 10 Agustus 1997 ini juga diketahui telah membeli rumah pribadi seharga 2,7 juta dolar Amerika. Lokasi rumah ini berada di Calabasas, California. Ia berencana untuk pindah ke rumah tersebut saat usianya 18 tahun pada Agustus tahun ini. Namun, Kris merasa anaknya belum dewasa jadi ia tidak mau anak bungsunya ini menghabiskan hartanya di luar kontrol.

    DINI TEJA | PEOPLE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.