Tahun Ini, Jazz Gunung Berikan Tema Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jazz Gunung di Java Banana Bromo Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. ANTARA/Musyawir

    Jazz Gunung di Java Banana Bromo Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. ANTARA/Musyawir

    TEMPO.CO, Probolinggo - Pergelaran musik Jazz Gunung kembali digelar selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 12-13 Juni 2015, di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Agenda rutin setiap tahun ini digelar di panggung terbuka Java Banana Bromo Lodge, Cafe & Gallery di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. 

    Ketua Panitia Jazz Gunung 2015 Bagas Indyatmono mengatakan panitia telah menyiapkan tempat untuk penonton dengan kapasitas 1.700 orang. "Kami juga menyediakan 1.700 tiket, dijual secara online. Sudah habis terjual," kata Bagas kepada Tempo, Rabu, 10 Juni 2015. 

    Panitia Jazz Gunung hingga saat ini terus mempersiapkan segala keperluan dan kebutuhan kegiatan berikut latar panggung terbukanya. 

    "Kami menggandeng arsitek bambu dari Yogyakarta," ujar Bagas. Pada Jazz Gunung 2015 ini, menurut Bagas, panitia mengusung tema baru, yakni memberikan kembali kepada alam. "Pada Sabtu pagi mendatang, bersama Sahabat Bromo serta warga setempat, kami akan melakukan bersih-bersih kawasan Bromo." Bahkan artis yang tampil di Jazz Gunung juga akan ikut bersih-bersih sampah di sekitar Bromo. 

    Jazz Gunung digelar setiap tahun di tengah permukiman warga Tengger di kawasan Bromo. Berlatar alam pegunungan dan beratapkan langit, pergelaran musik bertaraf internasional ini digagas Sigit Pramono, seorang bankir dan fotografer yang mencintai Bromo dan musik jazz; Butet Kartaredjasa, seorang seniman serbabisa; dan Djaduk Ferianto, seniman musik. 

    Jazz Gunung pertama kali digelar pada 2009 dengan komposisi musik jazz yang ditampilkan bernuansa etnik. Sejumlah artis dan musikus jazz Ibu Kota akan tampil dalam Jazz Gunung kali ini. Hari pertama, musikus yang akan tampil antara lain Jay and Gatra Wardaya with Su:m, Yuri Jo Collective, Ring of Fire Project feat Tohpati and Endah Laras, Tulus, dan Ina Ladies. 

    Pada hari kedua, musikus yang akan tampik antara lain Beben Jazz and Friends, Malacca Ensemble, Ring of Fire Project feat Tohpati and Endah Laras, Nita Aartsen Quatro feat Ernesto Castillo, serta Andien. 

    Bagas mengatakan suhu udara pada malam hari di sekitar venue Jazz Gunung sekitar 12-13 derajat Celsius. Panitia akan menyiapkan tungku-tungku perapian (anglo) di sejumlah tempat, sehingga penonton Jazz Gunung bisa menghangatkan tangannya dalam suhu udara yang dingin. 

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.