Apa Isi Curhat Panjang Ariana Grande Soal Diskriminasi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isi curhatan Ariana Grande. instagram.com, Getty Images

    Isi curhatan Ariana Grande. instagram.com, Getty Images

    TEMPO.CO , Jakarta:Penyanyi muda Ariana Grande mearas jengkel lantaran mendapat diskriminasi sebagai perempuan. Lantaran sering dikaitkan dengan pria, tertama sejak putus dengan mantan pacaranya, Big Sean, Ariana pun mengutarakan kekesalannya.

    Pelantun lagu Problem dan Love Me Harder ini mengunggah curhatannya yang barbau feminisme di akun Instagram-nya pada 7 Juni 2015. Begini isi curhatannya:

    "Memiliki "wewenang"...... tidak sama dengan menjadi "berengsek"....
    MEMILIKI SESUATU UNTUK DIKATAKAN...... tidak sama dengan MEMILIKI PRILAKU BURUK....

    Apa yang kumaksud soal menjadi mantan pacar Sean adalah aku muak hidup di dunia di mana kebanyakan wanita dirujuk sebagai PROPERTI/KEPEMILIKAN laki-laki di masa lalu, masa sekarang, atau masa mendatang.
    Aku... bukan. milik. siapa pun. kecuali diriku sendiri. dan bukan milikmu.
    Aku tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan laki-laki di wawancara sebelumnya karena aku telah menyadari bahwa ada AMAT. BEGITU. BANYAK. yang harus kukatakan. Aku sekarang menciptakan musik terbaik yang pernah kubuat, menikmati saat-saat terbaik ketika tur bersama orang-orang terhebat yang kukenal, bekerja keras setiap hari, tampil/berkarya untuk penggemarku dan mendapat kesempatan bertemu dan memeluk penggemarku di seantero dunia setiap harinya.

    Aku berasal dari garis keturunan aktivis wanita, bibiku Judy adalah presiden wanita Amerika-Italia pertama klub pers nasional di Washington DC. Kurasa dia akan bangga padaku karena aku bicara tentang sesuatu yang secara pribadi telah lama menggangguku.
    Gloria Steinem menerbitkan artikel pada 1969 berjudul "Setelah Kekuatan Kulit HItam, Kebebasan Wanita".... dan 46 tahun kemudian.... kita masih jauh untuk mewujudkannya!

    Jika wanita banyak berhubungan seks (setiap hubungan seks dalam hal ini).... dia "pelacur".
    Jika pria banyak berhubungan seks.... DIA. HEBAT. BOS. RAJA.
    Jika wanita BICARA tentang seks terang-terangan.... dia malu!
    Tapi jika pria bicara atau bebas MENGHINA semua wanita (atau seringnya memakai kata "pelacur"/"jalang" ... betapa cantiknya) dia menceritakannya.
    Jika wanita terlihat bersama teman berpenis, akan segera timbul asumsi percintaan atau seks dan wanita itu dilabelkan!
    Jika pria terlihat bersama wanita... status pria itu meningkat/dipuji. "ASTAGA DIA LUAR BIASA!!!1!!1!".

    Aku tahu kalian semua sudah tahu itu tapi standar ganda dan misogini masih ada.
    Aku tak sabar menantikan dunia di mana orang tidak dinilai berdasarkan dengan siapa mereka berpacaran/menikah/suka, berhubungan seks (atau tidak)/terlihat bersama.... tapi dengan nilai mereka sebagai individu.

    Aku ingin orang membaca ini agar mengetahui bahwa mereka sendiri sudah LEBIH DARI cukup.
    Aku ingin media membantuku dengan tulisan ini!!!!!!!! Tolong saling mendukung.
    Aku mengatakan ini setelah 8 tahun aku merasa senantiasa harus punya pacar di sampingku. Setelah sendiri selama beberapa bulan aku menyadari bukan hanya itu perkaranya..... Aku tak pernah merasa ada, seimbang, dan puas. Aku tak pernah tertawa lebih lantang atau lebih senang atau lebih menikmati hidupku.

    Satu hal lagi..... Honeymoon Diaries (akun Youtube milik Grande) milikku adalah caraku berbagi sebanyak mungkin yang kubisa bersama penggemar. AKu telah lakukan itu sejak hari pertama dan tidak pernah berencana mengubahnya. Itu adalah lingkungan yang aman bagiku untuk jadi diri sendiri dan membagikan hal yang lucu, istimewa, personal dengan penggemarku dan menertawakan hal bodoh yang telah kulakukan/hal yang kulalui. Aku tak berencana mengawasi atau mengubahnya karena sekarang lebih banyak yang memperhatikan aku dari sebelumnya. Aku tulus menyayangi kalian.... Kalian telah menerima dan memujiku bukan hanya sebagai artis tapi sebagai orang biasa sejak awal dan tidak akan ada yang mengubahnya atau mengubahku.

    "Setiap wanita yang memilih untuk berprilaku seperti manusia sepenuhnya harus diperingatkan bahwa tentara status quo akan memperlakukannya seperti lelucon kotor... Dia membutuhkan persaudaraan wanita." - Gloria Steinem

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.