Saat Yon dan Yok Koeswoyo Akur di Konser Legenda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indah Dewi Pertiwi berduet dengan Yon Koeswoyo menyanyikan lagu Bunga Di Tepi Jalan di peluncuran album Dejavu di Jakarta, 14 Januari 2015. Dejavu memuat cover songs dari Koes Plus yang berjudul Hidup Yang Sepi dan Bunga di Tepi Jalan. TEMPO/Nurdiansah

    Indah Dewi Pertiwi berduet dengan Yon Koeswoyo menyanyikan lagu Bunga Di Tepi Jalan di peluncuran album Dejavu di Jakarta, 14 Januari 2015. Dejavu memuat cover songs dari Koes Plus yang berjudul Hidup Yang Sepi dan Bunga di Tepi Jalan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COSurabaya - Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan kakak beradik Yon dan Yok Koeswoyo sempat tak akur. namun dua penyanyi gaek itu tampil kompak dalam konser bertajuk Live Concert Duet The Legend, 55 Tahun Karya Yon dan Yok Koeswoyo di Empire Palace, Surabaya, Sabtu malam, 6 Juni 2015.

    Tampil sekitar satu jam nonstop, stamina dua personel Koes Plus berusia 75 tahun dan 72 tahun itu masih terlihat prima. Maka meluncurlah lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus yang selama ini akrab di telinga Koesmania. Antara lain Kembali ke Jakarta, Hidup yang Sepi, Hatimu Hatiku, Tul Jaenak, Pelangi, Ayah, Buat Apa Susah, Kisah Sedih di Hari Minggu, Ja Padha Nelangsa, dan Diana.

    Meski Yok berusaha mengakrabi Yon, di antaranya dengan berdendang dalam satu mikrofon, reaksi Yon terkesan dingin. Komunikasi pun berjalan agak kaku. Tampak mereka tidak menyusun daftar lagu yang akan dibawakan. Yok pun hanya mengikuti kemauan Yon.

    "Nyanyi apa iki enake (menyanyi apa ini enaknya)," ujar Yon sebelum memulai bernyanyi.

    "Sakarepmu, koen nyanyi apa ae tak dueti (terserah, kamu nyanyi apa saja saya barengi)," ucap Yon.

    Saat jeda pergantian lagu, misalnya, Yok mengaku bahwa fisiknya sudah lemah. Meski lebih muda, tutur dia, staminanya tak ada apa-apanya dibandingkan Yon.

    "Dheke iku diesel, tambah suwe tambah panas, gak duwe kesel. Nek aku, rong lagu ae wis ngos-ngosan (Dia itu ibarat diesel, makin lama makin panas, tidak pernah capek. Kalau saya, dua lagu saja sudah ngos-ngosan)," kata Yok, yang lagi-lagi tak mendapat respons memadai dari Yon.

    Di luar komunikasi keduanya yang hanya terkesan searah, aksi panggung mereka, dengan iringan grup band B Plus, masih stabil. Nada tinggi pun sanggup dicapai keduanya dan tidak "dilepas" ke penonton. Sesekali Yon melayani permintaan lagu penonton, yang sebagian besar telah berumur.

    Yon mengatakan dia dan Yok merupakan penyanyi langka karena telah melewati tujuh presiden dan tiga orde. Meski sudah uzur, Yon mengaku masih semangat bermusik. "Mau (konser) keliling Indonesia, saya masih kuat, ayo saja," ujar penyanyi kelahiran Tuban ini.

    Konser Yon dan Yok rencananya akan digelar di beberapa kota. Setelah Surabaya, dua personel Koes Plus yang masih tersisa ini akan pentas di Sidoarjo, Malang, dan Solo.

    Pranata, penggemar Koes Bersaudara dan Koes Plus asal Surabaya, menyatakan puas melihat penampilan Yon dan Yok. Dia juga kagum dengan stamina dan semangat mereka. 

    "Saya beberapa kali geleng-geleng kepala saat Yon bernyanyi dengan nada tinggi. Langka penyanyi kayak gini. Tak berlebihan dulu ada yang menjuluki The Beatles-nya Indonesia," ucapnya.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.