Cara Teguh Ostenrik Sulap Besi Tua Jadi Patung Yesus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman Teguh Ostenrik menyulap berton-ton keping besi tua menjadi patung salib Yesus setinggi 4 meter. TEMPO/Ananda Badudu

    Seniman Teguh Ostenrik menyulap berton-ton keping besi tua menjadi patung salib Yesus setinggi 4 meter. TEMPO/Ananda Badudu

    TEMPO.COJakarta - Seniman Teguh Ostenrik menyulap berton-ton keping besi tua menjadi patung salib Yesus setinggi 4 meter. Rencananya, patung itu akan dipasang di gereja St Yohanes Maria Vianney di Cilangkap, Jakarta Timur, pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2015.

    Hingga Rabu siang pukul 11.00 tadi, patung Yesus masih berada di studio Teguh yang terletak di Jalan Tridharma, Cilandak, Jakarta Selatan. Bukan perkara mudah memindahkan patung yang terbuat dari pecahan ratusan lempeng besi dan limbah mesin pabrik itu.

    Badan Yesus bikinan Teguh sementara ini masih tercerai-berai. Tangan, kaki, badan, serta kepala belum utuh tersambung. Ketika sudah tiba di gereja, baru tubuh Yesus akan dirangkai jadi satu. Rencananya, patung itu akan diangkut menggunakan truk dari Cilandak ke Cilangkap.

    "Kalau Yesus hari ini lahir kembali ke dunia, Dia tidak akan lahir di rumah sakit, tapi di Bantar Gebang," kata Teguh. Bantar Gebang yang dimaksud Teguh adalah lokasi pembuangan sampah superluas di Bekasi, Jawa Barat. "Sebab itu, saya menggunakan limbah besi."

    Patung Yesus berjudul “Corpus Christi” tersebut dibikin sejak Jumat Agung pada 3 April 2015. Biasanya karya Teguh yang menggunakan medium besi berbentuk abstrak. Baru kali ini ia membuat patung besar serupa manusia. "Biasanya, kalau bikin patung manusia, saya memakai perunggu," ujarnya.

    ANANDA BADUDU


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.