Lady Gaga: Saya Tidak Hamil, Hanya Tambah Tua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lady Gaga tampil memukau saat menyanyikan lagu, `Cheek to Cheek` dalam ajang Grammy Awards di Los Angeles, California, 8 Februari 2015. REUTERS

    Lady Gaga tampil memukau saat menyanyikan lagu, `Cheek to Cheek` dalam ajang Grammy Awards di Los Angeles, California, 8 Februari 2015. REUTERS

    TEMPO.COLos Angeles - Lady Gaga membantah tengah berbadan dua dalam konser yang digelar di Los Angeles. Dia mengakui bahwa tubuhnya berubah karena umurnya bertambah. 

    "Aku kini lebih tua, dan banyak orang berpikir aku hamil. Tapi aku bilang pada mereka, 'Hai, aku hampir 30 tahun sekarang'," katanya. 

    Penyanyi ini bercanda bahwa dia mengalami kesulitan menjaga diri agar kelihatan tetap muda seperti Tony Bennett. Musikus 88 tahun itu menjadi salah satu bintang tamu dalam konsernya. 

    "Tony mengajariku cara menjalani hidup agar selalu sama dari hari ke hari. Tapi aku di sisi lain memiliki beberapa masalah," ucapnya sambil meremas pahanya. "Terutama di sana dan di sini."

    Meski demikian, jika memutuskan akan memiliki anak, dia mengaku tahu dengan siapa dia akan memilikinya, sambil terus menatap tunangannya, Taylor Kinney, yang hadir dalam pertunjukan itu. "Saya hanya mencoba untuk ber-Skype dengan tunangan saya.... Dia di Serbia," ujarnya. "Meskipun tidak banyak, waktu berarti yang dilewati bersama dia begitu banyak."

    Selama konser, dia dan Tony menyanyikan banyak lagu hit mereka, termasuk berduet dalam lagu Cheek To Cheek, yang menduduki puncak tangga lagu tahun lalu. Selama pertunjukan, dia bersalin baju sebanyak tujuh kali. 

    Tiket konsernya dikabarkan habis terjual. Sejumlah pesohor datang untuk menonton pertunjukannya, antara lain vokalis U2, Bono; vokalis Coldplay, Chris Martin; dan aktris Jennifer Lawrence. Namun ketiganya datang secara sembunyi-sembunyi dan masuk melalui pintu khusus.

    AP | INDAH P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.