Bos Bukalapak.com Terkencing di Celana Gara-gara...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ceo bukalapak.com Achmad Zaky. ANTARA/Nanien Yuniar

    Ceo bukalapak.com Achmad Zaky. ANTARA/Nanien Yuniar

    TEMPO.CO , Surabaya : Achmad Zaky, bos Bukalapak.com, sudah terkenal di mana-mana. Orang Sragen lulusan ITB ini sering diundang berbagai lembaga pemerintah maupun swasta untuk memberikan kuliah umum. Dia juga kerap diundang ke acara seminar di sejumlah negara.

    Masalahnya, saat di luar negeri ia ketakutan untuk berbicara. Pasalnya, bapak satu anak ini tidak bisa berbahasa inggris. Bahkan dia mengaku bahwa ketakutannya terhadap bahasa Inggris itu sempat membuatnya terkencing-kencing di celana saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

    "Pas SMA saja saya pernah kencing di celana gara-gara di suruh maju dan berbicara bahasa Inggris di depan kelas," kata Zaky di Surabaya, Minggu 31 Mei 2015. "Kalau tidak percaya, tanya istri saya," kata dia sembari tertawa.

    Menurutnya, dia tidak bisa berbahasa Inggris karena terlambat belajar. Sekolah dasar di kampungnya belum mengenal mata pelajaran bahasa Inggris.

    Itu membuatnya jadi takut untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Meski begitu, berkat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekatnya akhirnya ia mulai percaya diri untuk bisa berbahasa Iinggris walau terbata-bata.

    Jabatan CEO menuntutnya untuk bisa bertemu dengan banyak kolega dari berbagai negara. Ini yang membuat dia terpaksa wajib berbahasa Inggris. Kini Zaky mulai percaya diri untuk berbahasa Inggris dan bahkan menjadi pembicara dalam diskusi internasional.

    Saat ini kesibukannya hanya keliling di seluruh daerah di Indonesia. Targetnya, dia bisa menjadikan Bukalapak.com sebagai e-commerce nomor satu di Indonesia. "Saya punya mimpi nanti website e-commerce jadi kebutuhan utama bagi orang Indonesia, bukannya sosial media," kata dia.

    AVIT HIDAYAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.