Cara Jikustik Lepas dari Bayang-bayang Pongky Barata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Prih Prawesti

    Tempo/Prih Prawesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Jikustik tampil untuk pertama kalinya di Pekan Raya Jakarta sejak 2008, Minggu, 31 Mei 2015. Meski ditinggal pentolan lamanya, Pongky Barata, Jikustik tetap mampu menghibur penonton dengan lagu-lagu andalan seperti Seribu Tahun Lamanya, Putri, dan Selamat Malam.

    Band asal Yogyakarta ini sulit menghilangkan citra Pongky, yang hengkang pada 2009. Tapi, dengan masuknya Brian Prasetyoadi, mereka berharap dapat mengemas Jikustik yang baru.

    "Kami masih tetap bawakan lagu cinta, tapi dengan gaya yang beda, terutama liriknya yang lebih lugas, ndak berbelit-belit seperti dulu," ujar Carlo, drummer Jikustik, di Kemayoran, Minggu, 31 Mei 2015

    Untuk membuktikan bahwa Jikustik masih bisa diterima pendengar musik Indonesia, mereka berencana merilis album baru. Tema yang diusung untuk album ini masih soal cinta. Album berjudul Terus Berjalan ini rencananya dirilis pada awal Juli mendatang.

    "Dari judul albumnya, kami ingin menegaskan masa lalu sudah selesai," ucap Brian, yang masih berusia 22 tahun.

    Hingga saat ini Jikustik telah merilis sembilan album. Band ini lahir pada Februari 1996 dengan nama G-Coustic. 

    Album pertama Jikustik, bertajuk Seribu Tahun, dirilis pada pertengahan 2000. Album itu langsung melejit lewat tembang andalan Maaf dan Seribu Tahun Lamanya. Jikustik kala itu masih digawangi Pongky Barata (vokal), Icha (bass, vokal), Adhit (keyboard), dan Carlo (drum).

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.