PGA 2015 Dikritik, Banyak Program Televisi Tak Mendidik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panasonic Gobel Award 2015

    Panasonic Gobel Award 2015

    TEMPO.CO, Jakarta - Panasonic Gobel Award 2015 (PGA 2015) sempat menuai kritik. Ajang penghargaan industri pertelevisian itu dikritik lantaran banyak program TV yang tidak mendidik. Untuk menjawab kritikan tersebut, 14 tim verifikasi yang bertugas menentukan nomine berpendapat bahwa program yang paling mendidik adalah program religi.

    "Kami dikritik karena tak ada program TV yang mendidik. Menurut kami, tak ada program yang lebih mendidik selain program religi," ujar Muhammad Farhan, Project Managar PGA 2015, di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2015.

    Farhan menyampaikan bahwa program dan presenter religi tidak jadi dikompetisikan. Oleh karena itu, semua nomine dalam dua kategori tersebut mendapatkan piala PGA 2015.

    "Mereka semua pantas menang karena program mereka telah mendidik pemirsa tanpa harus menggurui. Mereka tidak dikompetisikan. Mereka semua mendapat piala karena mereka memiliki kebaikan dalam pekerjaan mereka," tandasnya.

    Ada dua kategori yang terkait religi, yaitu Program Religi Terfavorit dan Presenter Religi Terfavorit. Adapun nomine untuk Program Religi Terfavorit adalah Jalan Hikmah, Mamah dan Aa Beraksi, Mengetuk Pintu Hati, Syiar Akbar Ramadhan, dan Tabligh Akbar. Sedangkan nomine untuk Presenter Religi Terbaik adalah Abdel Achrian, Mamah Dedeh, Teuku Wisnu, Ust. Maulana, dan Ust. Yusuf Mansur.

    Selain itu, Farhan menambahkan bahwa memenangkan semua unggulan adalah untuk menghormati keberagamaan dan menghindari isu sara. "Karena menghormati keberagamaan, maka tidak dikompetisikan," ujar Farhan.

    Namun, terkait menghormati keberagamaan, Farhan sepertinya lupa bahwa sejak awal semua nominator di kategori religi adalah program yang hanya menyiarkan ajaran Islam. Selain itu, nomine tersebut ditentukan melalui survey berdasarkan rating acara yang paling memikat penonton. Dengan mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim, sudah pasti tidak ada harapan untuk program non-muslim untuk masuk nomine terkait religi.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.