Opick Terbilang Sukses di Panggung Nyanyi, Apa Rahasianya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi religi Opick saat mengisi acara Istighosah Kubro di Istora Senayan, Jakarta, (04/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Penyanyi religi Opick saat mengisi acara Istighosah Kubro di Istora Senayan, Jakarta, (04/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Maraknya pembajakan dan pengunduhan MP3 secara gratis di Internet menjadi salah satu faktor dari sekian banyak penyebab buruknya tingkat penjualan album di Indonesia. Hal ini juga membuat standar mendapatkan penghargaan platinum sebuah album di Indonesia kian menurun.

    Sadar akan hal itu, penyanyi Opick berbagi kisah seputar kesuksesannya. Ditemui Selasa, 26 Mei 2015 di peluncuran album perdana Ratu Zy di Foodism Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, Opick mengaku menyayangkan hal tersebut.

    "Namun hal itu, bukan jadi penghalang bagi saya. Platinum bukanlah hal yang dikejar. Yang terpenting buat saya menghasilkan karya terbaik dengan ikhlas," kata penyanyi yang berfokus pada tema-tema religius itu.

    Menurut pria kelahiran Jember ini, berhasil atau tidaknya penjualan sebuah album bukan lantaran faktor kepopuleran seorang penyanyi. Atau karena faktor kepopuleran orang di belakang yang membantu musisi itu.

    "Saya pernah membuat lagu yang dibantu oleh musisi-musisi besar supaya menghasilkan penjualan yang baik. Tapi penjualannya albumnya malah anjlok. Nah, ketika saya menyanyikan lagu Tombo Ati, eh, penjualan albumnya justru meningkat," kata dia. Opick mengingatkan, "Kuncinya, kita juga harus ikhlas dan menyanyi."

    Pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus ini juga memberikan beberapa strategi khusus untuk meningkatkan penjualan album. Sebenarnya ada beberapa strategi khusus yang bisa meningkatkan penjualan album misalnya dengan berjualan album di situs legal seperti i-Tunes. "Bisa juga penjualan langsung dengan menggandeng merchant lain, atau barter dengan buku."

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.