Dorong Film Dokumenter Agar Sepopuler Film Fiksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oksana Danilina melakukan pengecekan kualitas pita film dokumenter dari abad ke-20 yang ditemukan di museum lokal di

    Oksana Danilina melakukan pengecekan kualitas pita film dokumenter dari abad ke-20 yang ditemukan di museum lokal di "Krasnoyarsky Kinograph" (Krasnoyarsk Cinemagraph), Siberia, Rusia, 29 Januari 2015. REUTERS/Ilya Naymushin

    TEMPO.CO, Jakarta -Sutradara Dodid Wijanarko berusaha meningkatkan popularitas film di Indonesia dengan membuat dokumenter yang sama menarik dengan film fiksi. 

    "Orang berpikir dokumenter menjemukan," ujar Dodid di Plaza Indonesia Film Festival, Selasa. 

    "Saya ingin menginformasikan ke teman-teman kalau dokumenter itu menarik," lanjut dia. 

    Selain kemasan menarik, film dokumenter juga harus bisa menawarkan tema yang mendalam sehingga penonton mendapatkan ilmu dari dokumenter itu. 

    Dalam film dokumenter "Au Lorun" (Aku Menenun), Dodid menampilkan sosok Mesty Ariotedjo, dokter muda dan pemain harpa, yang diharap dapat mewakili mata penonton yang awam terhadap proses menenun. 
    Dalam "Au Lorun", Mesty menemui para penenun Flores yang menceritakan berbagai hal tentang tradisi nenek moyang itu, mulai dari proses pembuatan dan makna tenun bagi perempuan setempat. Kehadiran tokoh lain yang mewakili penonton diharap Dodid dapat menjadi daya tarik dari film dokumenter panjang keduanya. 

    Au Lorun merupakan bagian dari Plaza Indonesia Film Festival bertema Celebrating Women yang mengangkat kehidupan para wanita di Cinema XXI Plaza Indonesia pada 26-29 Mei 2015
    Festival yang baru pertama kali dihelat  juga menayangkan film "The Last Five Years", "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita", "Two Days One Night", "Selamat Pagi, Malam" dan "Siti".

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.