Ketika Raisa Berharap pada Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Raisa saat membawakan lagu andalannya dalam konser tunggalnya di Istora Senayan, Jakarta, 24 Mei 2015. Raisa tampil cantik dengan balutan gaun perak. TEMPO/Charisma Adristy

    Aksi Raisa saat membawakan lagu andalannya dalam konser tunggalnya di Istora Senayan, Jakarta, 24 Mei 2015. Raisa tampil cantik dengan balutan gaun perak. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser Raisa Andriana di Istora Senayan pada Minggu, 24 Mei 2015 berlangsung meriah. Sayangnya, tamu yang sangat dinanti Raisa, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tak datang. Padahal, Raisa berharap undangannya diterima Gubernur Ahok.

    Raisa bahkan sudah mengingatkan Ahok melalui akun Twitternya tempo hari untuk datang ke konsernya. Namun Ahok tetap tak bisa hadir dalam konser yang bertajuk "Magnum Presents: Raisa 'Pemeran Utama' Live in Concert".

    Sebelumnya, Raisa mengatakan tidak bermaksud tidak sopan dengan mengundang Ahok lewat Twitter. "Saya enggak bermaksud tidak sopan mengundang Ahok lewat Twitter. Saya juga sudah mengundang beliau lewat prosedur yang resmi," kata Raisa yang telah merilis dua album itu.

    Ahok, yang tak bisa menghadiri undangan karena ada urusan lain, malah meminta Raisa menyanyikan lagu Terjebak Nostalgia—lagu favorit Ahok. Raisa akhirnya mengabulkan permintaan Ahok. Lagu Terjebak Nostalgia yang tercatat di album pertamanya itu menjadi lagu ketiga yang dibawakan Raisa. Lagu itu dinyanyikan setelah dua tembang andalannya, Pemeran Utama dan Serba Salah.

    Raisa mengaku senang telah mengabulkan permintaan Ahok. Raisa berharap Ahok dapat lebih memperhatikan industri musik Indonesia ke depannya.

    "Semoga dibuatkan venue khusus untuk pertunjukan musik," kata Raisa pada saat konferensi pers setelah konser. "Semoga lebih disorot lagi karena ini (konser) lahan pekerjaan untuk orang banyak, tidak hanya untuk penyanyi dan pemain musiknya, tapi juga untuk kru, satpam, bahkan pedagang," ujar Raisa.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?