Petruk Nagih Janji: Seni Wayang Jurnalis Khas Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri pertama Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi (kedua dari depan), tampil dalam pementasan wayang orang memperingati Jumenengan Dalem di pagelaran keraton Yogyakarta, 18 Mei 2015. Ia telah ditetapkan sebagai Putri Mahkota oleh Sultan awal Mei lalu.  TEMPO/Pius Erlangga.

    Putri pertama Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi (kedua dari depan), tampil dalam pementasan wayang orang memperingati Jumenengan Dalem di pagelaran keraton Yogyakarta, 18 Mei 2015. Ia telah ditetapkan sebagai Putri Mahkota oleh Sultan awal Mei lalu. TEMPO/Pius Erlangga.

    BISNIS.COM, Jakarta - Sukses menggelar dua pertunjukan Wayang Jurnalis berjudul “Wahyu Cakraningrat” dan “Petruk Nagih Janji”, kini giliran tampil di Festival Gunungan di Kotabaru Parahyangan Bandung. Ajang ini merupakan acara kesenian topeng dan wayang berskala internasional.

    Bakti Budaya Djarum Foundation melalui Galeri Indonesia Kaya menyajikan pertunjukan wayang jurnalis yang mengangkat cerita dari lakon pertama yaitu “Wahyu Cakraningrat”. Bekerja sama dengan Wayang Orang Bharata, sebanyak 16 jurnalis mulai dari pemimpin redaksi, reporter media cetak, hingga online akan memberikan suguhan seni pertunjukan menarik dengan khas gaya wartawan.

    Trishi B. Setiayu, produser Wayang Jurnalis, mengatakan bahwa semangat Bakti Budaya Djarum Foundation dalam melestarikan budaya ke seluruh lapisan masyarakat tak pernah pupus. Para wartawan tidak saja menjadi penikmat dan menyuguhkan berita seni, tapi kini menjadi pelaku seni budaya. "Pentas kali ini akan menampilkan bintang tamu Mario Ginanjar dari Kahitna yang akan berperan sebagai Raden Sombo," kata Trishi kepada Bisnis.com hari ini (20 April 2015).

    Acara Wayang Jurnalis “Wahyu Cakraningrat” digelar pada Minggu, 24 Mei 2015, pukul 15.00 – 16.30 WIB di Balepare Kotabaru Parahyangan, Padalarang,  Bandung.

    “Wahyu Cakraningrat” adalah cerita wayang klasik tentang wahyu keprabon atau wahyu keraton. Siapakah  mendapatkan wahyu ini? Ia dijamin akan menjadi raja. Cakraningrat terdiri dari kata Cakra, Ning dan Rat. Cakra artinya memutar, Ning artinya di, rat artinya dunia. Siapa yang mendapatkan wahyu ini bisa menguasai dunia.

    Secara logis dan modern, Wahyu Cakraningrat bisa ditafsirkan sebagai legitimasi konstituen di dalam pemilu. Bisa juga ditafsirkan lebih bebas sebagai kualitas, kapabilitas, karisma, yang membuat seseorang menjadi calon pemimpin.

    Jurnalis yang terlibat dalam gelaran ini mulai dari pemimpin redaksi, managing editor, hingga reporter dari lintas media a.l. Bisnis Indonesia, Bisis.com, Kabar24.com, Kompas, Media Indonesia, Koran Sindo, Wanita Indonesia, Cosmopolitan, Kartini, Tembi Rumah Budaya, Inilah.com, Hai, Esquire, Gohitzz.com, Venue dan TRAX.

    "Ketika latihan seluruh jurnalis menunjukkan semangat yang besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pertunjukan ini," kata Trishi.

    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.