Kondang Sutrisno Pimpin Persatuan Dalang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tegar Surya Samuaji, seorang dalang cilik memainkan lakon Jabang Bungkus saat Festival Dalang Cilik di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, 25 Februari 2015. Festival tersebut diikuti 10 dalang cilik dari sejumlah kota di Jawa Timur. TEMPO/Fully Syafi

    Tegar Surya Samuaji, seorang dalang cilik memainkan lakon Jabang Bungkus saat Festival Dalang Cilik di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, 25 Februari 2015. Festival tersebut diikuti 10 dalang cilik dari sejumlah kota di Jawa Timur. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondang Sutrisno resmi menduduki pucuk pimpinan organisasi dalang, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) periode 2015-2020. Kondang menggantikan Ekotjipto, dalam Musyawarah Nasional Munas VI PEPADI yang diselenggarakan di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, 30 Maret 2015.

    Dalam kepengurusan organisasi dalang ini, Kondang memasukkan banyak dalang generasi muda, hampir 85 persennya. Termasuk di antaranya adalah Nanang Hape yang terkenal dengan wayang urbannya dan Dunung Basuki Kurniawan yang selama ini cukup banyak terlibat dalam produksi bersama seniman Sujiwo Tedjo.

    Hal ini sesuai dengan tema pelantikan dan pengukuhan kepengurusan, "wayang untuk generasi muda" yang dilaksanakan di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu malam, 20 Mei 2015.

    Para pengurus menilai tantangan dan tanggung jawab melestarikan dan mengenalkan wayang kepada generasi muda. "Wayang adalah milik generasi muda dan wayang adalah generasi muda itu sendiri," ujar Kondang dalam siaran pers Tempo, Kamis, 21 Mei 2015. “Ada generasi muda yang berpotensi meneruskan wayang. Ini kalau bisa harus dimulai dari pendidikan."

    Kondang juga berharap pemerintah menetapkan Hari Wayang Nasional untuk mendongkrak lagi pengenalan, kecintaan, dan pelestarian wayang. "Bisa dibayangkan bila ini ditetapkan, maka pada hari itu akan menjadi momentum kegiatan pagelaran wayang di berbagai daerah di Indonesia," katanya.

    Kondang Sutrisno lahir di Blora Jawa Tengah, 10 April 1968. Sejak kecil sudah menggemari wayang. Pada 1992, dia mendirikan Yayasan Putro Pendowo. Kecintaan terhadap wayang tidak terbatas pada wayang kulit Gaya Surakarta, Gaya Yogya, wayang golek Sunda, wayang kulit Betawi, wayang orang, dan wayang Bali. Pada 1995, Kondang mendirikan Sanggar Putra Dahana, guna mewadahi pelatihan tari, karawitan, dan pedalangan.

    Dia juga mengoleksi wayang kulit purwa Gaya Surakarta baru dan lawas hingga mencapai 3.628 buah, wayang Gaya Yogyakarta 224 buah, wayang golek Sunda 220 buah, wayang kulit Serie Ramayana 240 buah, dan wayang khusus mahabharata 66 buah.

    Acara pelantikan dilanjutkan dengan pagelaran wayang oleh dalang muda Nyi Nia Dwi Raharjo, 23 tahun. Nyi Nia, alumnus jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini adalah juara I Dalang Tingkat Nasional 2014.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.