Pelawak Srimulat Marlena Tutup Usia, Anak: Ibu Itu Super  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Srimulat Surabaya saat mementaskan

    Srimulat Surabaya saat mementaskan "Srikandi Surabaya" Minggu (27/5). TEMPO/Kukuh S Wibowo

    TEMPO.CO, Surabaya - Suasana duka masih menyelimuti rumah pelawak senior Marlena di Jalan Asem Jaya IX Nomor 4, Dupak, Surabaya. Di rumah itulah pemilik nama asli Sri Nurida tersebut mengembuskan napas terakhirnya di usianya yang ke-73 tahun, Senin, 18 Mei 2015.

    Pelawak perempuan yang dikenal dengan logat Maduranya itu meninggal akibat penyakit stroke yang diderita sejak tujuh tahun silam. “Disamping karena sepuh, ibu saya meninggal karena penyakitnya stroke selama tujuh tahun,” kata anak tertua Marlena, Safitri Indahyati, ketika ditemui di rumah almarhumah, Selasa, 19 Mei 2015.

    Menurut Safitri, ibunya terlihat aneh sejak Jumat pekan lalu, seakan telah punya firasat ajalnya sudah dekat. Saat itu Marlena sering menatap ke atas dan sesekali meneteskan air mata. Namun Safitri tidak tahu mengapa ibunya menangis. “Sejak saat itu, saya selalu tuntun beliau untuk berzikir. Dan alhamdulillah beliau bisa mengikuti,” kata dia.

    Marlena akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah dimandikan oleh adiknya tanpa mengeluh sakit. “Alhamdulillah, naza’ (meninggal)-nya gampang. Itu yang selalu saya mintakan kepada Tuhan selama ini,” katanya.

    Jenazah Marlena dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Asem Jaya sekitar 100 meter dari rumahnya. Safitri menganggap ibunya wanita super, karena sejak dirinya kecil Marlena memilih single parent. Dari pekerjaannya sebagai seniman Marlena berhasil mengasuh anak-anaknya hingga dewasa. “Ibu itu tulang punggung keluarga kami,” kata dia.

    Semasa hidup Marlena dikenal sebagai seniman serbabisa. Selain menjadi anggota Srimulat Surabaya pada era 70-80-an, ia juga beberapa kali menjadi bintang tamu dalam pementasan ludruk. Marlena juga pernah mengisi rekaman kaset Jula-Juli Kidungan bersama Kartolo Cs, antara lain berjudul Marlena Bludreg, Marlena Juragan Jambu, dan Marlena Ketemu Jodoh.

    Koordinator Srimulat Surabaya, Agus Sarminto, mengatakan selain pandai melawak, Marlena juga piawai mendendangkan lagu-lagu daerah. "Sebelum Srimulat main, lebih dulu ditampilkan penyanyi-penyanyi sebagai pembuka acara. Dan Marlena selalu mengisi dengan lagu-lagu daerah, khususnya Madura," kata Agus. 

    MOHAMMAD SYARRAFAH | KUKUH S.W.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.