Karya Besar Terakhir Didi Petet Sebelum Wafat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Didi Petet adalah salah satu penanggungjawab dalam kegiatan World Expo Milano 2015. Di sana Didi menyiapkan segala kebutuhan pameran untuk mempromosikan Indonesia. Dok. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    Didi Petet adalah salah satu penanggungjawab dalam kegiatan World Expo Milano 2015. Di sana Didi menyiapkan segala kebutuhan pameran untuk mempromosikan Indonesia. Dok. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    TEMPO.COPurwakarta - Rencana besar menggelar drama musikal Sunda gagasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bertajuk Siliwangi Ngagugat terpaksa urung lantaran sutradaranya, Didi Petet, wafat pada Jumat, 15 Mei 2015. Dedi mempunyai kesan sendiri terhadap Didi.

    Dedi sangat mengapresiasi peran Didi sebagai Kang Bahar dalam sinetron Preman Pensiun yang ditayangkan stasiun RCTI lantaran kontennya Sunda. "Kami tak menyangka kalau Preman Pensiun akan menjadi karya besarnya yang terakhir," ujar Dedi, Jumat.

    Bulan lalu, Didi dan Dedi sepakat akan menggelar drama musikal Siliwangi Ngagugat pada medio Agustus 2015. Dengan wafatnya Didi, Dedi belum bisa memastikan siapa yang akan menggantikannya sebagai sutradara Siliwangi Ngagugat. Dedi pun enggan memastikan kelanjutan Siliwangi Ngagugat.

    Dalam pandangan Dedi, Didi Petet adalah, "Sosok yang luar biasa, cerdas, lucu, dan hebat. Kami benar-benar merasa kehilangan." Seorang pegiat seni di Purwakarta, Ali Novel, menilai Didi sebagai figur yang komplet. "Ya, aktor, sutradara, seniman, dan budayawan yang andal," ujarnya. "Kita wajib berguru kepadanya."

    Didi wafat pada Jumat, 15 Mei 2015, pukul 05.00 WIB pada usia 58 tahun. Aktor bernama lengkap Didi Widiatmoko itu diduga kelelahan setelah pulang dari perhelatan World Expo 2015 di Milan, Italia, 10 Mei 2015.

    Didi adalah salah satu penanggung jawab kegiatan World Expo Milano 2015. Di sana, Didi menyiapkan segala kebutuhan pameran untuk mempromosikan Indonesia. Saat di Milan, Didi sempat pingsan.

    NANANG SUTISNA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.