Inilah Sosok Joey Alexander Pianis yang Masuk New York Times

Pianis muda Indonesia, Joey Alexander Sila, memukau publik New York. Pianis berusia 11 tahun ini bahkan masuk dalam halaman depan koran The New York Times. Tampak Joey sedang tampil di Dizzy's Coca Cola (New York Times)

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Joey Alexander Sila tiba-tiba saja menyedot perhatian banyak orang. Gara-garanya, pianis cilik berusia 11 tahun ini masuk dalam koran The New York Times di halaman satu. Salah satu koran terpopuler di Amerika Serikat itu menulis judul He's a Jazz Virtuoso Who Can Barely See Over a Baby Grand.

Kemunculannya di The New York Times itu membuat heboh. Apalagi koran itu juga mempopulerkannya lewat akun Twitter-nya: RT @nytimes: Joey Alexander might be the most talked-about child prodigy that jazz has seen in a while http://t.co/NUr3L4dy2J

Joey Alexander sudah lama dikenal di panggung jazz Indonesia. Dia sering manggung di berbagai pentas jazz Tanah Air. Tapi, di New York namanya baru muncul setahun ini. Dia pertama kali dikenal saat muncul di pentas jazz di Lincoln Center dan mendapat sambutan hangat. Album debutnya, My Favorite Things (Motema), keluar pekan ini dan langsung diminati pecinta jazz, Dia juga menandatangani kontrak pentas untuk beberapa bulan mendatang, termasuk satu di Jazz Festival Newport pada Agustus 2015. (Foto: Joey Alexander Memukau di Pentas Jazz)

Joey pindah dengan orang tuanya ke New York setahun lalu, dengan bantuan tokoh-tokoh jazz seperti peniup terompet Wynton Marsalis. Joey menyebut Wynton "pahlawan saya" di Facebook.

Siapa Joey Alexander? Tubuh bocah 10 tahun itu mungil. Matanya dibingkai kacamata Rip Curl bergagang hitam tebal. Sekilas, ia mirip Daniel Radcliffe, pemeran Harry Potter. Dengan padanan kaus merah, celana jins, sepatu kets, dan jaket hitam, penampilan Josiah Alexander Sila, atau lebih dikenal dengan nama Joey Alexander, tak jauh berbeda dengan anak sebayanya. (Baca: Apa Kata Media Asing Soal Joe Alexander Pianis Indonesia.)  

Tapi Joey menolak disebut masih kecil. “Jangan tulis saya pianis cilik, ya. Pianis aja,” kata putra Denny Sila dan Fara Urbach itu dengan mimik serius saat bertemu dengan Tempo di sebuah kedai roti di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Rabu siang lalu. “Kan tahun ini saya sudah 11 tahun. Udah gede itu.” (Baca: Joey Alexander, 11-Year-Old Indonesian Jazz Piano Prodigy Releases Debut CD)

Tapi pianis cilik itu bukan bocah biasa. Juni tahun lalu Joey meraih Grand Prix dalam 1st International Festival-Contest of Jazz Improvisation Skill, di Odessa, Ukraina. Dia mengalahkan 43 peserta final dari berbagai negara yang berumur lebih tua darinya. Kata para juri yang berasal dari berbagai negara itu, kepiawaian Joey bermain piano adalah anugerah Tuhan.

Di usianya yang masih belia, Joey juga berpentas di acara Jazz Spot di Kemang, Serambi Jazz Goethe Hauss, Jakarta International Jazz Festival, World Youth Jazz Festival di Kuala Lumpur, dan pernah diundang UNESCO bermain di depan ikon jazz dunia, Herbie Hancock. Maret tahun ini, dia juga bakal tampil di Java Jazz Festival membawakan lagu komposisinya sendiri bersama musikus senior, Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta.

Anak yang lahir dan tumbuh di Denpasar, Bali, itu sudah tampak bakat musiknya sejak berumur 6,5 tahun. Dengan keyboard mungil merek Casio yang dibelikan sang ayah, Joey kecil lihai memainkan lagu Thelonius Monk, Well You Needn’t. Cara Joey bermain keyboard membuat kaget Denny dan Fara. Keduanya akhirnya mendaftarkan Joey ke sekolah musik Purwacaraka dan berlanjut ke sekolah musik klasik Farabi di Jakarta.

Menurut Fara, guru Joey ketika itu terpesona melihat bakat sang anak. Sementara murid lain mempelajari satu lagu butuh waktu berbulan-bulan, Joey hanya butuh tiga pekan. Bahkan ada lagu yang bisa dipelajari Joey dalam tiga hari saja. “Pak Purwacaraka pernah mendengar Joey main piano sambil tutup mata. Katanya, cara Joey bermain piano sempurna, seperti anak kuliahan,” ujarnya.

Namun, pada usia 7 tahun, Joey memilih belajar secara otodidaktik di rumah, didampingi sang ayah. Joey tak lagi mengambil kursus musik karena di tengah jalan terpikat oleh jazz. “Saya bisa sih, mainin musik klasik. Tapi saya lebih suka jazz, karena enggak harus sesuai partitur. jazz itu terbuka. Pada jazz, saya menemukan kebebasan, spontanitas, dan ekspresi,” ujarnya dengan tuturan yang runtut seperti orang dewasa. “Tapi kebebasan di sini bukannya enggak ada aturannya, ya, karena mesti ada pertanggungjawaban saya sebagai pianis.”

Banyak bocah berbakat musik di negeri ini. Surabaya, misalnya, bikin kejutan dengan memunculkan sejumlah pianis klasik cilik. Sepuluh murid Studio Musik Sienny Surabaya belum lama ini menang dalam The American Protégé International Music Talent Competition 2012 di New York. Mereka adalah Beatrice, Martha Noviana, Rui Fernando, Ryan Ferguson, Janice Carissa, Gabriella Prisca Handoko, Michelle Harianto, Jazzlyn Thedrica Cheryl Wibawa, Jesslyn Cheryl Handoko, dan Aurelia Estrella Handoko. Dua yang pertama sudah dewasa, tapi yang lain masih belasan tahun dan anak-anak. Jesslyn adalah yang termuda, saat itu baru 5 tahun, tapi dialah yang terpilih sebagai juara pertama yang mengalahkan ribuan anak dengan jenjang usia yang berbeda dari berbagai negara.

ISMA SAVITRI

Bocah Ajaib di Musik Indonesia:
Apa Kata Media Asing Soal Joe Alexander Pianis Indonesia
Menjadi Pianis Hebat Seperti Joey Alexander Tak Harus Les Piano
Inilah Bocah-bocah Ajaib di Musik Indonesia Selain Joey Alexander
Beginilah Cara Mencetak Pianis Hebat Seperti Joey Alexander
Inilah Sosok Joey Alexander, Pianis Hebat yang Masuk The New York Times

VIDEO: JOEY ALEXANDER DAN APA KATA MUSISI






13 Alat Musik Tiup Modern dan Tradisional

15 hari lalu

13 Alat Musik Tiup Modern dan Tradisional

Macam alat musik tiup modern dan tradisional yang sering digunakan masyarakat Indonesia.


15 Alat Musik Modern yang Populer di Indonesia

15 hari lalu

15 Alat Musik Modern yang Populer di Indonesia

Daftar alat musik modern yang populer di Indonesia, seperti biola, bass, drum, piano dan lain-lain.


Deretan Lagu Hit Rod Stewart, Apakah termasuk I Don't Want to Talk About It?

18 hari lalu

Deretan Lagu Hit Rod Stewart, Apakah termasuk I Don't Want to Talk About It?

Rod Stewart menjadi bintang internasional seiring kesuksesan komersial dari album Every Picture Tells a Story (1971)


Mengenang David Bowie, Musisi yang Identik Berpenampilan Unik Eksentrik

18 hari lalu

Mengenang David Bowie, Musisi yang Identik Berpenampilan Unik Eksentrik

David Bowie menunjukkan minat terhadap musik sejak usia dini dan mulai memainkan saksofon pada usia 13 tahun


Teror Sindikat Egrek Merah

21 hari lalu

Teror Sindikat Egrek Merah

Musik terkadang bisa lebih memberikan pengalaman yang kaya ketimbang susunan kata-kata. Album instrumental Sindikat Egrek Merah dari Gowa menjadi bukt


7 Aktivitas untuk Kesehatan Otak, Bermain Catur hingga Mendengarkan Musik

21 hari lalu

7 Aktivitas untuk Kesehatan Otak, Bermain Catur hingga Mendengarkan Musik

Bermain catur merangsang fungsi kognitif otak


Ruang Kolaborasi Berwujud Kafe di Tepi Ibu Kota

27 hari lalu

Ruang Kolaborasi Berwujud Kafe di Tepi Ibu Kota

Roemah Iponk dan Atelir Ceremai tak sekadar kafe tempat ngopi. Di sana, komunitas seni dan sastra tumbuh.


Tribute to Nike Ardilla, Adlani Rambe dan Alessa Rilis Ulang Lagu Bintang Kehidupan

31 hari lalu

Tribute to Nike Ardilla, Adlani Rambe dan Alessa Rilis Ulang Lagu Bintang Kehidupan

Lewat lagu Nike Ardilla yang dirilis ulang diharapkan bisa mewakilkan dan menguatkan para pendengar yang relate dengan kisah lagu Bintang Kehidupan.


Daftar Film, Musik, dan Buku Favorit Barack Obama Sepanjang 2022

31 hari lalu

Daftar Film, Musik, dan Buku Favorit Barack Obama Sepanjang 2022

Barack Obama memilih The Fabelmans, The Woman King, Top Gun: Maverick, hingga film dokumenter dari rumah produksinya sebagai film favorit tahun ini.


Mengenang Nike Ardilla, Bintang Kehidupan hingga Prangko

32 hari lalu

Mengenang Nike Ardilla, Bintang Kehidupan hingga Prangko

Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau Nike Ardilla penyanyi, artis, dan model yang tenar pada selama tahun 1990-an