Indonesia Gelar Windows To Indonesia 2015 di Ukraina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat  kerajinan tangan Tau-tau asal toraja pada pameran Kampoeng Budaya, dan Pameran Industri Kreatif di Fort Rotterdam (28/8). Kampung budaya ini sebagai ruang penawaran industry kreatif yang mengandung nilai estetika budaya tradisonal dan modern. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pengunjung melihat kerajinan tangan Tau-tau asal toraja pada pameran Kampoeng Budaya, dan Pameran Industri Kreatif di Fort Rotterdam (28/8). Kampung budaya ini sebagai ruang penawaran industry kreatif yang mengandung nilai estetika budaya tradisonal dan modern. TEMPO/Iqbal Lubis

    BISNIS.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Indonesia di Kiev, Ukraina, mengadakan pameran Windows to Indonesia 2015 (WIT 2015) pada 13 hingga 17 Mei 2015. Ini adalah ajang promosi tahunan yang diselenggarakan KBRI di Kiev untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang, terutama memperluas mata perdagangan.

    Berdasarkan siaran pers yang diterima, di Jakarta, Senin, 11 Mei 2015, WTI akan dibagi menjadi dua program, yaitu pameran kain dan perhiasan Indonesian-Ukrainian Fashion Show & Exhibition di Globus Mall (13-16 Mei) dan pameran produksi perhiasan terbaik Indonesia, Jeweller Expo Ukraine, di Kiev Expo Plaza (14-17 Mei).

    Pembukaan WTI 2015 akan menyajikan pertunjukan angklung yang memainkan lagu dari kedua negara. Selama empat hari, para perancang busana dan pemilik industri seni kriya Indonesia.

    Itu adalah Batik Kleureun Authentic, Batik Sekar Putri, Batik Bali, PT Celka Kreasi Coreta dan Rumah Andries akan mewakili industri busana dan aksesoris Indonesia.

    Pada kesempatan itu, para pengrajin dan perancang busana Indonesia akan menunjukkan keragaman dan keunikan budaya Indonesia serta memadukannya dengan tren dunia.Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat menikmati lokakarya wayang kulit dan angklung.

    Untuk pertama kalinya Indonesia akan berpartisipasi dalam Jeweller Expo Ukraine yang telah 30 kali digelar. Perusahaan perhiasan Indonesia, seperti Reny Feby Jewelry, Maesta, dan Simply Rossie, akan berpartisipasi dalam pameran itu.

    Ukraina merupakan mitra dagang Indonesia terbesar kedua setelah Rusia di Wilayah Eropa Tengah dan Timur. Pada 2012, angka perdagangan kedua negara mencapai US$ 1,32 miliar.

    Krisis multidimensi yang melanda Ukraina menyebabkan angka perdagangan cenderung menurun. Pada 2014 neraca perdagangan kedua negara yang masih didominasi ekspor komoditas hanya mencapai US$ 658 juta dengan surplus untuk Indonesia.

    Dengan pameran ini para pengusaha Indonesia, melalui perwakilan RI di Kiev, mendapat bantuan dari pemerintah untuk lebih mengenal dan memanfaatkan untapped potential market di wilayah Eropa Tengah dan Timur dan khususnya Ukraina.

    Hal ini sejalan dengan misi Pemerintah Indonesia yang menargetkan peningkatkan perdagangan sebesar 300 persen untuk lima tahun ke depan.

    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.