Peti Harta dari Katycats Indonesia untuk Katy Perry  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penonton berfoto saat berada di pintu masuk konser Katy Perry

    Seorang penonton berfoto saat berada di pintu masuk konser Katy Perry "The Prismatic World Tour" di ICE BSD, Tangerang, 9 Mei 2015. Tempo/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser Katy Perry di Indonesia dimanfaatkan penggemarnya untuk memberikan hadiah kepada idolanya tersebut. Tak langsung memberikan kepada pelantun Roar ini,  tentu saja,  melainkan dikumpulkan lewat panitia yang akan meneruskan kepada manajemen Katy.

    Panitia menyediakan dua tempat pengumpulan hadiah, di pintu gerbang konser, yang berlokasi di Hall 5 Indonesia Convention Exhibition di Bumi Serpong Damai,  Tangerang.

    "Syarat penyerahan kado ini, isi kadonya harus bisa terlihat oleh panitia," ujar Kelvin, salah satu panitia yang menjaga tempat pengumpulan kado. Bila hadiah tersebut dibungkus, kata dia, bungkusannya akan dibuka.

    Beragam kado diberikan para fan untuk Katy Perry, mulai dari baju, buku kumpulan foto, hingga pernak-pernik. Ada pula yang memberikan kado dengan kemasan unik, yaitu peti harta berwarna perak. Ketika dibuka, isinya sepucuk surat untuk sang idola.

    Konser yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2015 ini, adalah konser keduanya di Indonesia setelah 2012. Ini adalah rangkaian tur dunianya yang bertajuk "The Prismatic Tour".

    Harga tiket konser Katy Perry dibanderol mulai dari Rp 900 ribu untuk Tribun, Rp 950 ribu untuk Festival 3, Rp 1,4 juta untuk kelas Festival 1, Rp 2,3 juta untuk kelas Festival 2, dan Rp 3 juta untuk kelas Gold A dan B, serta Rp 5 juta untuk kelas Diamond A dan B.

    Sebelum mampir ke Indonesia, Katy Perry tampil di Filipina, Jepang, Taiwan, dan beberapa daerah di Cina.

    RATNANING ASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.