Fariz RM Divonis Delapan Bulan Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fariz RM memasuki ruang sidang saat menjalani sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 16 Maret 2015. Dalam pembacaan eksepsi, Fariz minta untuk tidak diadili tetapi ditempatkan di rumah rehabilitasi. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Fariz RM memasuki ruang sidang saat menjalani sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 16 Maret 2015. Dalam pembacaan eksepsi, Fariz minta untuk tidak diadili tetapi ditempatkan di rumah rehabilitasi. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis musisi Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM dengan hukuman delapan bulan penjara karena terbukti menggunakan narkoba.

    "Menyatakan bahwa Fariz terbukti secara sah melakukan tindak pidana dengan pidana penjara delapan bulan, potong masa tahanan selama selama di dalam tahanan. Membayar biaya perkara 2000 rupiah" kata Hakim Ketua Tatiek Hardianti saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 6 Mei 2015.

    Putusan hakim terhadap Fariz RM lebih rendah daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan penjara 10 bulan. Awalnya, JPU mendakwa pencipta lagu "Barcelona" itu dengan jeratan Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Hakim menawarkan Fariz RM dan JPU untuk mengajukan banding atau tidak namun kedua masih akan berpikir sehingga belum dapat memastikan.

    Pengacara Fariz RM, Syafrie Noer meminta waktu selama sepekan untuk memutuskan mengajukan banding atau tidak.
    "Pekan ini kami akan pikirkan apakah akan banding atau tidak karena alasan untuk banding itu ada seperti alasan Undang Undang," ujar Syafrie.

    Syafrie berharap kliennya Fariz ditempatkan di panti rehabilitasi karena statusnya sebagai korban pengguna narkoba. Syafrie merujuk undang-undang yang menyebutkan pemakai narkoba harus menjalani pemulihan di panti rehabilitasi.

    Sebelumnya, anggota Polrestro Jakarta Selatan menangkap Fariz RM saat mengkonsumsi narkoba di rumahnya Jalan Camar Bintaro Tangerang Selatan Selasa 6 Januari dinihari.

    Hasil tes urine menunjukkan Fariz positif mengkonsumsi tiga jenis narkoba yakni heroin, shabu dan ganja. Polisi juga menyita satu paket narkoba jenis heroin, satu paket ganja dan alat hisap shabu (bong).

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.