Lakon 'Pulang' Buka Festival Teater Mahasiswa Bandung  

Reporter

Seorang seniman berakting menginjak salah satu rekannya, terlihat beberapa warga menyaksikan dari dekat aksi teaterikal ini. Bandung, 3 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - Kelompok teater Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta membuka pentas Festival Teater Mahasiswa Nasional VII. Membawakan lakon sendiri berjudul Pulang, mereka mengusung persoalan masyarakat urban dan perempuan sepanjang 80 menit. Fragmen ceritanya berupa mozaik kisah nyata.

Sepasang lelaki menjadi bos lima orang perempuan yang membawa bingkai-bingkai kayu seukuran pintu rumah. Perempuan itu berasal dari sejummlah daerah seperti Medan, Padang, dan Sukabumi. Mereka dilatih berbicara seperti presenter televisi, lengkap dengan senyum dan gerak tubuh. Mereka kemudian berhasil memikat lelaki yang menyelipkan uang ke sela pakaiannya.

Adegan kemudian beralih ke masa pemilihan umum. Kedua bos lelaki itu jadi kandidat pemimpin, yang menyuap warga dengan uang. Kelima pemain perempuan itu pun melepaskan pakaian dan berganti kostum ketat diiringi musik tekno. Setelah pemilihan, mereka menjadi pekerja industri. Hingga akhirnya kangen untuk pulang, begitu pun kedua bos lelaki.

Sutradara Rajab Husein mengatakan lakon mereka bercerita tentang kaum urban di Jakarta. Mereka melonggarkan hingga menanggalkan adat istiadat dan identitas daerah asalnya mengikuti gaya hidup masyarakat Ibukota. "Mereka merindukan seperti nasehat orang tua soal lokalitas dan adat istiadat," ujar Rajab saat diskusi dengan penonton usai pementasan, Senin, 4 Mei 2015.

Keinginan serupa juga dirasakan kedua bos lelaki. Mereka, kata Rajab, merupakan pemimpin yang tak jelas. Mereka pun dilambangkan sebagai penguasa kota yang jumlahnya segelintir, dan masih punya bos lagi di atasnya. "Sudut pandangnya orang-orang yang kesepian di kampung halamannya dan ketika di kota karena terasingkan," ujarnya.

Menurut Rajab, isi naskahnya berdasarkan kisah nyata dan pemberitaan di media massa. Adegannya dibuat menjadi beberapa fragmen yang terpotong-potong. Pesan lakonnya, "Jangan jadikan Jakarta sebagai tanah harapan."

Bandung kali ini menjadi tuan rumah festival teater mahasiswa nasional yang berlangsung dua tahunan tersebut. Bertempat di Gedung Kebudayaan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, festival berlangsung 4-10 Mei 2015 dengan pementasan 15 kelompok teater hasil seleksi dewan juri. Mereka memperebutkan gelar dari 9 kategori lomba, seperti pementasan, aktor, dan penata lampu terbaik.

ANWAR SISWADI






4 Acara Imlek yang Populer di Indonesia, Selalu Menarik Minat Wisatawan

18 hari lalu

4 Acara Imlek yang Populer di Indonesia, Selalu Menarik Minat Wisatawan

Acara-acara itu tak sekadar untuk membuat meriah Imlek, tapi memiliki makna di dalamnya.


Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Sederet Agenda Kesenian di Lereng Merapi

55 hari lalu

Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Sederet Agenda Kesenian di Lereng Merapi

Ada sejumlah agenda seni budaya yang akan kembali digelar di kawasan Kaliurang pada libur Natal dan Tahun Baru.


Dua Tahun Vakum, Seniman Kabupaten Bekasi Ramaikan Lebaran Yatim

3 September 2022

Dua Tahun Vakum, Seniman Kabupaten Bekasi Ramaikan Lebaran Yatim

Gabungan seniman Kabupaten Bekasi kembali manggung untuk memeriahkan Lebaran Anak Yatim setelah dua tahun terhalang pandemi


Siap-siap Disambut Tari Sri Kayun Saat Wisata ke Kulon Progo

23 Maret 2021

Siap-siap Disambut Tari Sri Kayun Saat Wisata ke Kulon Progo

Tari Sri Kayun dan fragmen Suroloyo Wrehaspati dibawakan oleh seniman Kulon Progo dan pegawai pemerintah daerah sebagai penari pendukung.


Pertunjukan Daring: Gamelan, Bondres Bali, dan Nasib Pertunjukan Seni Tradisi

20 Februari 2021

Pertunjukan Daring: Gamelan, Bondres Bali, dan Nasib Pertunjukan Seni Tradisi

Omah Wulangreh menggelar pertunjukan seni dan budaya Pusaka Kita. Menampilkan musik gamelan Tari Legong Semaradana.


Produksi Teater di Masa Pandemi, Apa Saja Tantangannya?

1 Desember 2020

Produksi Teater di Masa Pandemi, Apa Saja Tantangannya?

Tentu ada beberapa tantangan saat memproduksi pentas teater. Salah satu kendala utamanya adalah mencari cara agar pentas tetap dapat roh.


Pertama Kali, SMA se-DKI Jakarta Gelar Pentas Seni Virtual

14 Juni 2020

Pertama Kali, SMA se-DKI Jakarta Gelar Pentas Seni Virtual

Sekolah Menengah Atas atau SMA se-DKI Jakarta baik negeri maupun swasta mengadakan pentas seni atau pensi secara virtual untuk pertama kalinya.


Cegah Corona, Ridwan Kamil Minta Sekolah Tunda Pentas Seni

10 Maret 2020

Cegah Corona, Ridwan Kamil Minta Sekolah Tunda Pentas Seni

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta sekolah menunda pelaksanaan study tour dan pensi alias pentas seni.


Butet Kartaredjasa Terkena Serangan Jantung Saat Pentas

23 Maret 2019

Butet Kartaredjasa Terkena Serangan Jantung Saat Pentas

Butet Kartaredjasa sempat pingsan di belakang panggung saat pentas Kanjeng Sesepuh berlangsung di Graha Budaya, Taman Ismail Marzuki.


I La Galigo Kembali Dipentaskan di Jakarta

23 Maret 2019

I La Galigo Kembali Dipentaskan di Jakarta

Ini menjadi pementasan kedua I La Galigo di Jakarta, setelah tampil di berbagai negara.