Tanggapi Anggun, Eks-Isteri Pencandu Menulis: Aku Muak,Mbak!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggun Cipta Sasmi berikan keterangan pers disela sela peluncuran parfum Grace by Anggun di St Louis Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Anggun Cipta Sasmi berikan keterangan pers disela sela peluncuran parfum Grace by Anggun di St Louis Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggun C Sasmi masih menjadi perbincangan sampai saat ini. Surat terbuka menolak eksekusi mati yang dilayangkannya untuk Presiden Joko Widodo telah menuai pro kontra.

    Banyak yang mendukung, banyak pula yang tidak sepakat dan mengkritisi sikap Anggun. Ephie Craze, seorang ibu rumah tangga yang juga bekas istri pecandu narkotik, menuliskan surat terbukanya untuk penyanyi yang kini berpaspor Prancis ini.

    Melalui suratnya, Ephie menceritakan bagaimana rumitnya menjalani hidup sebagai istri pecandu narkotik dan obat-obatan berbahaya alias narkoba. “Apakah mbak tahu rasanya saat menangis memohon pada suami mbak untuk berhenti mengkonsumsi narkoba? Saya ketakutan mbak!”

    Ephie mengaku geram membaca tulisan Anggun. "Saya muak membaca surat mbak kepada Presiden Indonesia untuk menentang hukuman mati kepada warga negara Prancis itu, Serge Atlaoui dan bahkan menyebut dia tulus dan jujur, apa maksud mbak? tulis Ephie pada akun Facebooknya, Senin 27 April 2015.

    "Untuk apa Mbak menyurati presiden kami dengan sepenggal bahasa Jawa dengan permintaan seperti itu?" Ephie melanjutkan.

    "Sekali saja pemerintah kami membatalkan hukuman mati, tak akan ada lagi negara lain yang menghormati hukum negara kami. Jangan masuk dengan narkoba ke negara kami kalau masih takut mati," tulis Ephie.

    Sebelumnya, lewat surat terbuka,  Anggun mengkritik pemerintahan Jokowi . Ia meminta Serge Atloui, warga negara Prancis yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia, dibebaskan. Lewat akun Twitter-nya, Anggun juga menegaskan bahwa penolakannya terhadap hukuman mati bukan berarti mendukung penyebaran narkoba.

    "Sekali lagi, saya antinarkoba, saya anti-hukuman mati karena tidak manusiawi. Ini opini yang saya ajukan secara tulus," tuturnya.  "Jika Anda tidak setuju, berdebatlah secara santun. Saya tidak menggubris hujatan atau kebrutalan verbal," ujar Anggun.

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.