Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Anggun Menolak Hukuman Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggun Cipta Sasmi menyanyikan lagu Mimpi dalam peluncuran parfum Grace by Anggun di St Louis Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2014. Parfum tersebut mempunyai campuran aroma khas, seperti limau, jeruk nipis, jahe, dan melati serta Musk untuk aroma barat yang akan dipasarkan pada akhir Juni 2014 dengan harga 550 ribu untuk 100ml. TEMPO/Nurdiansah

    Anggun Cipta Sasmi menyanyikan lagu Mimpi dalam peluncuran parfum Grace by Anggun di St Louis Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2014. Parfum tersebut mempunyai campuran aroma khas, seperti limau, jeruk nipis, jahe, dan melati serta Musk untuk aroma barat yang akan dipasarkan pada akhir Juni 2014 dengan harga 550 ribu untuk 100ml. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggun C. Sasmi menjadi salah satu artis yang menolak hukuman mati. Tak heran jika belakangan ini Anggun aktif menyuarakan pendapatnya mengenai hukuman tersebut.

    Pekan lalu Anggun menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo terkait dengan hukuman mati. Ia mendukung upaya Serge Atloui, warga Prancis, yang memohon ampunan dari hukuman mati.

    Anggun tak hanya mendukung Serge. Dalam akun Twitternya, Anggun kerap menggunakan tagar #MariJane. Ia juga mendukung agar pemerintah Indonesia membebaskan Mary Jane.

    Untuk meredam pro dan kontra soal dukungan tersebut, Anggun menyampaikan argumentasinya terhadap hukuman mati yang berlaku di Indonesia.

    "Saya menolak hukuman mati untuk semua manusia apa pun kewarganegaraannya. Surat terbuka saya kirim karena ada legitimasi antara saya, negara Prancis, dan Indonesia," tulis Anggun di Twitternya, Senin, 27 April 2015.

    Anggun juga menilai hukuman mati bukan solusi yang baik untuk memberantas narkoba.
    "Edukasi dan sensibilitas masyarakat tentang narkoba harus diterapkan. Kecanduan terhadap narkoba bisa dihindari. Orang yang memakai narkoba memilih untuk menjadi pemakai sama seperti halnya orang yang merokok," ucap Anggun.

    Bukan hanya itu, Anggun juga menegaskan bahwa dirinya menolak hukuman mati bukan berarti mendukung pengedaran narkoba. "Menolak hukuman mati artinya bukan membela narkoba," kata dia. "Indonesia bisa memberi teladan ke negara-negara lain sebagai negara yang menerapkan hak asasi manusia".

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.