Ron "Gun N Roses": Dulu Kami pun Menggandakan Musik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Disc Jockey (DJ) asal Perancis, David Guetta tampil menghibur penggemar dan pengunjung yang ikut berpartisipasi dalam Festival Musik, Coachella Valley Music & Arts Festival di Indio, California, 12 April 2015. (Mark Davis/Getty Images for Coachella)

    Seorang Disc Jockey (DJ) asal Perancis, David Guetta tampil menghibur penggemar dan pengunjung yang ikut berpartisipasi dalam Festival Musik, Coachella Valley Music & Arts Festival di Indio, California, 12 April 2015. (Mark Davis/Getty Images for Coachella)

    BISNIS.COM, Jakarta -Pembajakan kerap dianggap sebagai musuh para artis khususnya musisi di industri musik. Keberadaannya dianggap merugikan hasil kerja keras para musisi dalam karyanya.

    Namun, gitaris legendaries sekaligus mantan anggota band rock Guns N Roses Ron ‘Bumblefoot’ Thal memiliki pandangan tersendiri soal ini. Menurutnya, pembajakan adalah hal yang biasa dan tak bisa dihindari oleh setiap musisi manapun.

    Disadari atau tidak, pembajakan terhadap karya musik telah hadir sejak dulu dan bahkan dilakukan oleh siapa saja. Dia bercerita bahkan waktu kecil dia dan teman-temannya sering membuat kaset kompilasi lagu-lagu kegemarannya dengan cara merekam dan menggandakan dari tape aslinya.

    “Kita harus sadar bahwa musisi perlu dukungan para penggemarnya, aneh kan kalau musisi sampai harus meminta dukungan, biasanya penggemar melakukan hal itu dengan sendirinya. Mereka ingin musisinya terus berkarya, dan mereka sadar para musisi tak bisa melakukannya tanpa dukungan. Sekarang semuanya menjadi lebih langsung dan dekat antara musisi dan penggemar. Semuanya transparan,” ujarnya saat acara School of Rocks: learn guitar with Ron Bumblefoot Thal, belum lama ini.

    Internet dan pembajakan, baginya, mengubah cara orang berbagi musik. Mereka bisa mengunduh musik di mana saja, kapan saja. Di satu sisi, pembajakan jelas merugikan para musisi yang telah susah payah berkarya, tetapi di sisi lain, pembajakan ikut menyebarkan musik mereka ke seluruh dunia.

    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.