Parade Tenun Hadir di Medan Fashion Culture Festival

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita mengamati kain tenun sutra dari daerah Jogjakarta saat berlangsung pameran Tenun dan Batik Nusantara di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, 14 April 2015. Kain Tenun dan Batik dalam pameran tersebut dijual mulai kisaran harga 300 ribu hingga puluhan juta rupiah. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seorang wanita mengamati kain tenun sutra dari daerah Jogjakarta saat berlangsung pameran Tenun dan Batik Nusantara di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, 14 April 2015. Kain Tenun dan Batik dalam pameran tersebut dijual mulai kisaran harga 300 ribu hingga puluhan juta rupiah. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    BISNIS.COM, Jakarta -Medan Fashion Culture Festival resmi dibuka, Kamis (23/4/2015), yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai jenis dan hasil rancangan dari kain tenun, khususnya asal Sumatra Utara seperti songket Melayu dan tenun Ulos.

    Pada acara pembukaan, MFCF menghadirkan parade hasil rancangan tenun 25 desainer Indonesia yang diperagakan oleh 60 model.

    Penggagas MFCF sekaligus desainer Torang Sitorus mengatakan ajang ini digelar untuk mengenalkan potensi kain tenun dari beberapa kabupaten dan kota di Sumut agar dapat diperhitungkan dalam perkembangan fesyen nasional dan internasional.

    Bersama Torang, hadir pula tujuh desainer asal Sumut di antaranya Karmanita, Erdan, Sofyan Fuad, Defrico Aldi, dan Thomas Sigar.

    "Saya sebagai putra asli Sumut ingin memberikan sesuatu yang berharga bagi daerah saya sendiri. Ini mimpi saya dan temana-teman saya mendukung hal tersebut," ucap Torang, Kamis (23/4/2015).

    Kecintaan Torang terhadap kain tenun Sumut sebelumnya telah dia buktikan dengan mendirikan museum kain tenun tradisional pertama di Medan, yakni Sumatra Loom Gallery.

    "Saya benar-benar ingin agar masyarakat Sumut tidak melupakan produk budaya asli di sini. Hasil rancangan 25 desainer ini akan dijual di Parkson, Center Point Mall. Kami juga memberikan diskon khusus hingga akhir pagelaran pada Minggu, (26/4/2015). Mudah-mudahan MFCF dapat menjadi event tahunan Sumut," tambah Torang.

    Salah satu model yang memeragakan hasil rancangan kain tenun Sumut adalah Ketua Dekranasda Sumut sekaligus istri Gubernur Sumut, Sutias Handayani. Di atas panggung, untuk pertama kalinya Sutias memeragakan rancangan bernuansa etnik Karo berwarna merah.

    "Selama ini tenun hanya dipakai ketika kegiatan budaya. Tapi kita bisa menggunakannya lebih sering untuk pesta misalnya. Ini bukan hanya menjadi promosi, tapi juga meningkatkan perekonomian pengrajin kain tenun dan ulos," ujar Sutias.

    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.