Maya Hasan Bicara Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain harpa Maya Hasan. (Tempo/Tony Hartawan)

    Pemain harpa Maya Hasan. (Tempo/Tony Hartawan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain harpa Maya Hasan berpendapat perempuan masa kini harus bisa mandiri tanpa melupakan sisi feminin mereka.

    "Sosok perempuan itu tidak boleh hilang. Keibuan, feminin yang bisa mengayomi, mendukung, dan mendidik," kata Maya kepada Antara News saat ditemui usai peresmian Sekolah Musik Tradisional Gratis di Jakarta pekan lalu.

    Musikus kelahiran Hong Kong 43 tahun silam itu mengaku ingin menjadi sosok perempuan yang kuat, tetapi tetap lembut. Meski kini perempuan dapat melakukan banyak hal yang sama seperti kaum Adam, bukan berarti sisi kewanitaannya harus terkikis. 

    "Analoginya, perempuan zaman sekarang harus bisa ganti ban mobil, tapi tetap pakai kebaya," ujar musikus yang menimba ilmu harpa di Willamette University, Salem, Oregon, Amerika Serikat.

    Pemusik yang berkolaborasi dengan band Padi dalam Kasih Tak Sampai itu mengatakan perempuan mengemban tugas yang berat. Seorang perempuan yang telah berkeluarga dan sibuk berkarier tentunya memiliki tugas ganda, yaitu di luar dan di dalam rumah. Namun, ibu dari tiga anak itu yakin Tuhan menciptakan perempuan sebagai sosok yang kuat dan mampu menghadapi itu semua.

    "Bila kita menyadarinya, kita tidak akan mengeluhkan tugas-tugas yang banyak," ujar pendiri Maya Hasan Harp Centre itu.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.