Selasa, 20 November 2018

Ini Minusnya Film Tjokroaminoto Menurut Garin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reza Rahadian saat memerankan HOS Tjokroaminoto di lokasi film Bapak Bangsa Tjokroaminoto, di Yogyakarta, 8 Oktober 2014. Film karya Garin Nugroho tersebut dibintangi oleh Reza Rahadian, Didi Petet, Christine Hakim, Alex Komang, dan Putri Ayudya. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Reza Rahadian saat memerankan HOS Tjokroaminoto di lokasi film Bapak Bangsa Tjokroaminoto, di Yogyakarta, 8 Oktober 2014. Film karya Garin Nugroho tersebut dibintangi oleh Reza Rahadian, Didi Petet, Christine Hakim, Alex Komang, dan Putri Ayudya. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Bandung - Sutradara Garin Nugroho mengakui beberapa kelemahan dalam film besutan terbarunya, Guru Bangsa Tjokroaminoto. Kekurangan itu tersebar di beberapa titik alur cerita hingga akting pemainnya.

    Seorang penonton film tersebut, Sunaryo memuji hasil film secara umum, terutama kostum yang ditata apik. Namun perupa senior itu merasa ada yang kurang dari sosok Tjokroaminoto. "Partisipasi rakyat tidak tergambar muncul," katanya dalam diskusi proses pembuatan film tersebut di Bale Handap Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Kamis siang, 16 April 2015.

    Garin mengakui, gagasan Tjokro yang berkembang di masyarakat tidak dimunculkan benar. "Ini kelemahan pada film Tjokro, banyak pekerjaan sehingga yang lain jadi tertinggal," katanya.

    Selain itu, aku Garin, film Tjokro memadukan gaya Indonesia dan Hollywood. Komentar pengamat film kepada dirinya, hasil film menjadi tidak jelas. Akting pemain utama pun saat kesepian, dinilainya masih kurang menghanyutkan penonton.

    Menurut Garin, film Tjokroaminoto seperti karya sejenis sebelumnya, digarap berdasarkan riset. Namun terselip juga hasil interpretasi dirinya sebagai sutradara. "Kebebasan interpretasi ada, tapi tetap berdasarkan rujukan," katanya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.