Penduduk Kian Padat, Hanafi Gelar Pameran Oksigen Jawa

Reporter

Pengunjung melihat gitar yang dipamerkan pada pameran `Dawai Dawai Dewa Budjana` di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Jawa Barat (7/6). Pameran ini merupakan kolaborasi persenyawaan antara gitar dan seni rupa. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - Pelukis Hanafi kembali akan melakukan pameran lukisan. Kali ini Hanafi menggarap proyek seni bertema Biografi Visual Oksigen Jawa. Bertempat di Galeri Soemardja, Institute Teknologi Bandung (ITB), rencananya pameran itu akan berlangsung selama 5 hari. Waktunya tidak serentak, tapi seolah berkesinambungan mulai 17, 18 dan 24 April 2015, kemudian disambung lagi pada 8 dan 15 Mei 2015.

Ide tentang proyek seni itu, menurut Hanafi, tidak didapatkan dari kesendiriannya, melainkan dari hasil interaksinya dengan keluarga dan rekan-rekannya. "Gagasan ini tidak saya dapatkan sendiri," ujar Hanafi kepada wartawan di pelataran Galeri Soemardja ITB, Bandung, Rabu, 15 April 2015.

Proyek seni Biografi Visual Oksigen Jawa itu menurut hanafi terilhami dari sebuah koran yang ia jatuhkan ke atas lantai. Kemudian koran itu dipungut dan dibaca oleh istrinya Adinda Luthvianti. Koran itu ternyata berisi demografi pulau Jawa. Kepenatan dan semakin sesaknya pertumbuhan penduduk di pulau Jawa semakin hari semakin bertambah.

"Berita koran pagi jatuh dari atas meja. Aku memungut Jawa dengan pertambahan penduduk yang membengkak," tulis Hanafi dalam buku acara Biografi Visual Oksigen Jawa.

Berangkat dari isi koran itu, pikiran Hanafi merasa terganggu dengan fenomena demografi itu. Dia membayangkan ledakan penduduk di pulau Jawa itu membuat ruang hidup semakin sempit, lapangan pekerjaan tidak ada, kekurangan pangan terjadi dimana-mana hingga berimbas pada kondisi manusia yang dimesinkan. "Kengerian dan getaran keprihatinan masuk dalam tubuhku begitu saja," katanya.

Hanafi tidak dapat memastikan kapan biografi visual Oksigen Jawa itu ia garap. Seolah dia mengelak pertanyaan awak media mengenai hal itu, karena menurut Hanafi, bekerja itu tidak hanya dilakukan oleh tangan. "Namun pikiran pun bekerja, tapi keringatnya tidak kelihatan," ucapnya.

Senada dengan Hanafi, sang Istri Adinda Luthvianti mengatakan dalam membuat suatu karya seni tidak bisa hanya sendirian namun kesenian merupakan hasil dari pertemuan beberapa unsur yang saling menguatkan dan padu. "Sebuah pertemuan pasti akan menghasilkan misteri," katanya.

"Kesenian itu saat ini tidak bisa lagi sendirian, ketika dia sendiri dia akan kesepian. Melihat Mas Hanafi sering kali melakukan pertemuan dengan koreografer, pemusik, penari," ujar Adinda yang juga pengelola Studiohanafi.

AMINUDIN






Museum Nasional Tampilkan Pameran Seni Rupa Terintegrasi Blockchain

27 Oktober 2022

Museum Nasional Tampilkan Pameran Seni Rupa Terintegrasi Blockchain

Museum Nasional menghadirkan pameran seni rupa bertajuk "Rekam Masa: Pameran Seni Terintegrasi Blockchain" .


Bertajuk Bangkit, Bandung Art Month V Himpun Puluhan Program Acara

25 Agustus 2022

Bertajuk Bangkit, Bandung Art Month V Himpun Puluhan Program Acara

Program acara Bandung Art Month V umumnya berupa pameran seni rupa gelaran seniman hingga mahasiswa secara tunggal maupun berkelompok.


Mahesa Penyandang Autis Anak Gelar Pameran Grafis di Galeri Orbital Bandung

17 April 2022

Mahesa Penyandang Autis Anak Gelar Pameran Grafis di Galeri Orbital Bandung

Seorang anak dengan autisme berusia 13 tahun, Mahesa Damar Sakti, menggelar pameran grafis di Galeri Orbital, Bandung.


Menteri Yaqut Ingatkan Pentingnya Keberagaman dan Toleransi di Pameran Seni Tempo

2 Desember 2021

Menteri Yaqut Ingatkan Pentingnya Keberagaman dan Toleransi di Pameran Seni Tempo

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, seni rupa bisa menjadi wahana untuk mengekspresikan cinta dan toleransi.


Tempo Menggelar Pameran Seni Rupa: Kasih, Toleransi untuk Bangsa

2 Desember 2021

Tempo Menggelar Pameran Seni Rupa: Kasih, Toleransi untuk Bangsa

Tempo bersama pegiat seni yang tergabung dalam komunitas Think menggelar pameran seni "Kasih, Toleransi untuk Bangsa" mulai 1-21 Desember 2021.


Aksesibilitas di Ruang Pameran Seni yang Dibutuhkan Penyandang Disabilitas

29 Oktober 2021

Aksesibilitas di Ruang Pameran Seni yang Dibutuhkan Penyandang Disabilitas

Simak apa saja akses yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas saat datang ke pameran seni.


Pameran Tunggal Seni Rupa Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

22 Oktober 2021

Pameran Tunggal Seni Rupa Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

Pameran tunggal seni rupa karya Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang berlangsung pada 24 Oktober 2021 - 28 Februari 2022.


Goenawan Mohamad Gelar Pameran Di Muka Jendela: Enigma

30 Juli 2021

Goenawan Mohamad Gelar Pameran Di Muka Jendela: Enigma

Sastrawan Goenawan Mohamad menggelar pameran seni rupa Di Muka Jendela: Enigma. Juga ada peluncuran buku Rupa Kata Objek dan yang Grotesk.


Sejumlah Seniman Ramaikan H(ART)BOUR Festival 2020

11 Februari 2020

Sejumlah Seniman Ramaikan H(ART)BOUR Festival 2020

H(ART)BOUR Festival dimulai dengan pameran seni di Terminal Eksekutif Sosoro Merak dan Anjungan Agung Bakauheni sampai 21 Februari 2020.


Pameran Fillipio Sciascia: Hijau Daun dan Peradaban Manusia

13 Januari 2020

Pameran Fillipio Sciascia: Hijau Daun dan Peradaban Manusia

Fillipio Sciascia terinspirasi alam dan kehidupan manusia, menggabungkan seni dan sains.