Begini Asal Mula Pendirian SLB Nike Ardilla  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Abrakadabra tampil di atas panggung mengenang 20 tahun meninggalnya penyanyi Nike Ardilla di Rollingstone Cafe, Jakarta, 08 April 2015. Nike tewas pada 19 Maret 1995 ketika mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di jalan RE Martadinata, Bandung. Dia meninggal dunia di saat popularitasnya sedang memuncak. TEMPO/Nurdiansah

    Band Abrakadabra tampil di atas panggung mengenang 20 tahun meninggalnya penyanyi Nike Ardilla di Rollingstone Cafe, Jakarta, 08 April 2015. Nike tewas pada 19 Maret 1995 ketika mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton di jalan RE Martadinata, Bandung. Dia meninggal dunia di saat popularitasnya sedang memuncak. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Sejumlah artis sahabat Nike Ardilla menggalang dana untuk membantu para lulusan Sekolah Luar Biasa Wawasan Nusantara, yang didirikan Nike. Acara bertajuk Malam Amal 20 Tahun Nike Ardilla tersebut digelar di Roling Stone Cafe, Jakarta Selatan, pada Rabu, 8 April 2015.

    Nike Ardilla lahir pada 27 Desember 1975 dan mengalami kecelakaan nahas saat kariernya tengah menanjak. Nike tewas pada 19 Maret 1995 ketika mobil yang dikendarainya menghantam beton di Jalan RE. Martadinata, Bandung. Setiap tahun, para penggemar Nike memperingati wafatnya sang idola.

    Nike Ardilla bukan hanya terkenal sebagai lady rocker, tapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Di masa jayanya, Nike mendirikan sekolah luar biasa (SLB). Sampai saat ini pun sekolah tersebut masih aktif.

    Bagaimana awal mula Nike membangun sekolah tersebut? Nike mendapatkan ide membentuk sekolah tersebut karena miris melihat kondisi anak-anak yang mengalami keterbelakangan mental.

    Karena itulah Nike akhirnya membujuk ayahnya untuk membangun sebuah sekolah. "Pa, kenapa kita tidak membangun gedung SLB saja?" kata Nike dalam majalah Tempo edisi 1992.

    Setelah berhasil membujuk ayahnya, Nike membangun sekolah tersebut pada 1992 di dekat rumahnya di Parakan Saat, Bandung. Ia mengeluarkan dana sebesar Rp 30 juta untuk membeli tanah 160 meter persegi dan membangun sekolah dua lantai. Harga dolar saat itu sekitar Rp 2.000, jadi nilai sumbangan Nike itu kini sekitar Rp 200 juta.

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.