3 Prinsip Hidup Agnes Monica

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnes Monica menganggap dirinya sebagai

    Agnes Monica menganggap dirinya sebagai "atlet" di dunia musik. Semua mental dan mindset saat latihan, fokus, dedikasi serta disiplinnya seperti atlet. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Agnes Monica membeberkan beberapa pakem dalam menjalani aktivitasnya sebagai penyanyi. Prinsip ini, menurut Agnes, membuat dia merasa bebas dan tetap menjadi diri sendiri. "Yang penting ini adalah diri gue sendiri," kata Agnes.

    Terlepas apa penilaian orang terhadap Agnes Monica -misalnya soal salah kostum sampai tudingan kreativitas musik yang kebablasan, dara kelahiran 1 Juli 1986 ini tetap konsisten dengan prinsip hidupnya. (Baca: Agnes Monica Bongkar Asal-usul Julukan Agnez Mo)

    Berikut 'pegangan' yang disarikan dari wawancara Tempo dengan Agnes Monica  di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Selasa, 24 Maret 2015.

    1. Jangan Diam
    Agnes bergabung dengan kampanye keep walking, sebuah gerakan tentang semangat mengejar mimpi yang digaungkan Johnnie Walker. "Ini (kampanye keep walking) sejalan dengan slogan aku, apapun yang orang bilang tentang kamu, yang paling penting kamu harus terus berjalan," ujar Agnes.

    Meski tak ada janji jika seseorang terus bersemangat maka hidupnya akan lurus dan baik-baik saja, tapi Agnes berujar, selama seseorang masih bisa berjalan, maka dia harus terus melangkah kendati langkahnya harus terseret-seret.

    2. Tuhan Sangat Kreatif
    Menurut Agnes, Tuhan itu sangat kreatif, sehingga tak mungkin Dia hanya membuat 20 karakter untuk manusia sejagat. "Jadi bukan hanya karena saya dari Indonesia, dari Agama Kristen, dan hanya karena ini dan itu, bukan berarti aku harus seperti ini," ujar Agnes.

    Karena itu, Agnes membantah dirinya sudah berbau kebarat-baratan dan tidak Indonesia lagi. "Lu lihat saja di Indonesia apakah setiap hari ada yang ke mal pakai kebaya? Tidak ada! Semuanya pakai jins, dan jins dari mana datangnya? Amerika."

    Menurut Agnes, terlalu picik jika seseorang berpikir melihat Indonesia itu artinya harus begini dan begitu. "Elu tidak dibedakan dari where you come from, tapi kamu dibedakan dari who you are, who you interact with. Itu semuanya kamu, individu."

    3. If you fail to plan, you plan to fail
    Agnes percaya dengan perencanaan dan sesuatu yang berjalan sistematis. Tapi di lain pihak, Agnes juga percaya dengan segala sesuatu yang bersifat spontanitas.

    "Pada saat gue ingin nyanyi dan mendengarkan lagu urban, itu karena gue ingin. Pada saat nyanyi lagu balad dengan gaun, itu karena aku ingin mengenakan gaun itu dan bernyanyi balad. Ya itu gue, bisa spontan dan terencana," ujar Agnes. (Baca: Olga Syahputra Meninggal, Mendadak Agnes Monica Dihujat)

    SUBKHAN | HERU TRIONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.