Demam ISIS Bikin Film Indonesia Captain Jihad Popular di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • lavenderbluemedia.com

    lavenderbluemedia.com

    BISNIS.COMJakarta - Demam ISIS dan aksi radikalnya ternyata juga membuat film Indonesia menjadi sorotan para pecinta film di Amerika Serikat. Saat Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, film Indonesia tentang jihad yang mengangkat kisah hidup Nasir Abas terpilih dalam Los Angeles CineFest.

    Damien Dematra, sutradara film itu, mengatakan, selain terpilih dalam ajang tersebut, film itu rencananya akan ditayangkan di Sunset Film Festival.

    "Film semi-dokumenter yang diberi judul Captain Jihad ini terpilih di kategori Film Feature Dokumenter," ucapnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Rabu, 1 April 2015.

    Damien menuturkan film tentang mantan Ketua Mantiqi 3 Jamaah Islamiyah ini sebelumnya telah terpilih sebagai Film Dokumenter Terbaik di Festival Film Internasional Amerika dan telah ditayangkan di Amerika Serikat.

    "Di Indonesia sendiri, film ini telah ditayangkan secara terbatas di Blitz Megaplex dan di beberapa pesantren di Indonesia," ujarnya.

    Film dokumenter tersebut mengupas habis tentang makna jihad yang sebenarnya dan bahwa Islam adalah agama damai.

    Di tengah-tengah isu ISIS, film ini menjadi sangat relevan dan diharapkan dapat menjadikan generasi muda semakin menghayati makna Islam yang sesungguhnya, sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin—agama yang membawa rahmat bagi semua makhluk, yang artinya memberikan kebaikan bagi semua makhluk di bumi.

    Latar belakang pembuatan film ini sendiri dimulai pada Mei 2009. Ketika membuat riset untuk novel dan skenario film Demi Allah Aku Jadi Teroris, Damien Dematra pertama kali bertemu dengan Nasir Abas.

    Damien Dematra, sebagai seorang yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan, terinspirasi dengan transformasi yang dialami oleh Nasir Abas dan memutuskan untuk membuat film tentang beliau.

    Menurut Damien, awalnya dia berencana membuatnya dalam versi film cerita. Namun, karena keterbatasan dana, film ini dibuat dalam bentuk semi-dokumenter, dan dibutuhkan lebih dari dua tahun untuk menyelesaikan film ini.

    "Diharapkan film Captain Jihad dapat menjadi salah satu pengingat bagi seluas-luasnya masyarakat tentang pentingnya hidup dalam perdamaian di atas berbagai keyakinan dan perbedaan sesuai dengan hakikat yang dibawa dalam setiap agama," tuturnya.

    PUPUT ADY SUKARNO | BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.