Bandung Akan Mudahkan Izin Industri Film  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil, memantau permasalahan kota di Command Centre, sebuah ruangan untuk memantau dinamika pemerintahan dan permasalahan secara online untuk memudahkan tindakan pemerintah di kantor Walikota Bandung, 17 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil, memantau permasalahan kota di Command Centre, sebuah ruangan untuk memantau dinamika pemerintahan dan permasalahan secara online untuk memudahkan tindakan pemerintah di kantor Walikota Bandung, 17 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Bandung akan memudahkan perusahaan film yang hendak syuting di Bandung. Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mempromosikan Kota Bandung.

    Bandung, Emil menambahkan, memang memiliki visi “Kota Movie Making Friendly”. Sebab, Emil mengklaim Kota Bandung memiliki banyak lokasi yang cocok digunakan untuk syuting, baik film layar lebar maupun sinetron. “Jadi nantinya orang-orang tahu tempat-tempat di Kota Bandung,” kata Emil, saat ditemui di Taman Film Bandung, Jalan Kebon Bibit, Bandung, Ahad, 29 Maret 2015.

    Sejauh ini, pemerintah Bandung sudah membantu empat film layar lebar dan sinetron yang mengambil lokasi syuting di Bandung, di antaranya Hijabers in Love, Preman Pensiun, The Wedding and Bebek Betutu, dan Naga Bangor.

    Menurut Emil, selain memudahkan perizinan, pemerintah Bandung bersedia untuk membantu mereka dalam kemudahan lainnya. Misalnya, pemerintah Bandung sudah membantu syuting Hijabers in Love dengan menyiapkan penginapan bagi krunya, dan mempromosikan film tersebut.

    Emil meyakini program ini akan didukung Badan Ekonomi Kreatif. Dukungan itu nantinya akan berupa bantuan dana. Sebab, Badan Ekonomi Kreatif sudah menjadikan Kota Bandung sebagai kota percontohan. Sejauh ini, Badan Ekonomi Kreatif sudah membantu pemerintah Bandung melalui pengadaan Gedung Kreatif di Jalan Laswi, Bandung.

    Dia berharap kemudahan ini akan meningkatkan jumlah wisatawan domestik dalam negeri. “Ya, karena levelnya juga baru film domestik. Mimpi saya mah ada film Hollywood syuting di Bandung,” ujar Emil.

    Sebelumnya, Emil tak berharap bisa mendatangkan wisatawan mancanegara. Dia mengatakan, selama ini, dia sengaja tak pernah mempromosikan Kota Bandung sebagai kota wisata kepada para pelancong mancanegara. "Karena Bandung masih saya perbaiki. Kalau sudah selesai, baru akan saya promosikan habis-habisan,” kata dia, pada Jumat, 27 Maret 2015.

    Emil khawatir jika turis berdatangan ke Kota Bandung saat ini, mereka justru tidak akan menyukai Bandung yang masih dalam tahap perbaikan. Meski demikian, kata Emil, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara di Kota Bandung setiap tahun semakin meningkat. Saat ini dia mengklaim Kota Bandung sudah didatangi 6 juta turis. “Sebanyak 20 persen dari jumlah itu adalah turis asing,” ujar Emil.

    PERSIANA GALIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.