Olga Syahputra Dimakamkan, Pusara Terinjak-injak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pelayat memadati makam Olga Syahputra di TPU Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta, 28 Maret 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Ratusan pelayat memadati makam Olga Syahputra di TPU Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta, 28 Maret 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Makam komedian Olga Syahputra ramai dikunjungi masyarakat, pada Sabtu, 28 Maret 2015. Seratusan orang memadati pusara Olga di Tempat Pemakaman Umum Malaka, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

    Selain berdoa di samping pusara selebritas serbabisa ini, para peziarah tak lupa berfoto. Hujan yang mengguyur, tidak menghalangi antusiasme mereka untuk melihat peristirahatan terakhir Olga.

    Kresna, 13 tahun, warga Bintara Jaya, Bekasi Barat, mengaku sengaja datang ke makam Olga. "Saya bukan penggemar Olga, saya ke sini karena penasaran saja," katanya.

    Beberapa pengunjung terlihat menitikkan air mata saat berdoa di samping pusara Olga yang terbuat dari kayu itu. Masyarakat yang berdesakan ingin mendekat ke nisan Olga membuat makam di sekitarnya rusak terinjak-injak.

    Tempat parkir dan jalanan di kompleks pemakaman yang biasanya lenggang, hari ini penuh dengan mobil dan sepeda motor. Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan H. Miran.

    Kepadatan ini akibat lalu-lalang kendaraan roda dua dan roda empat yang berusaha masuk dan keluar dari area TPU Pondok Kelapa.

    Husin Abdullah, pekerja di RM Ampera Saiyo di Jalan H. Miran, mengatakan kemacetan terjadi sebelum jenazah Olga Syahputra tiba di TPU Pondok Kelapa. "Mulai dari mobil jenazah datang sampe sekarang tidak selesai-selesai macetnya," kata Husin di tempatnya bekerja.

    Ia mengatakan petugas kepolisian sebenarnya sudah ada di TPU Pondok Kelapa sejak pagi. Namun petugas terlihat tidak dapat membendung arus massa yang datang.

    YUDONO | MAYA NAWANGWULAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.