Olga Syahputra Meninggal, Farhat Abbas: Kebohongan Berakhir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara kontroversial Farhat Abbas diam-diam maju sebagai caleg dari partai Demokrat pada pileg 2014. Sikap kontroversial Farhat yang maju dari dapil DKI Jakarta III, ternyata tak mampu mendompleng perolehan suaranya yang terbilang rendah. TEMPO/Fahmi Ali

    Pengacara kontroversial Farhat Abbas diam-diam maju sebagai caleg dari partai Demokrat pada pileg 2014. Sikap kontroversial Farhat yang maju dari dapil DKI Jakarta III, ternyata tak mampu mendompleng perolehan suaranya yang terbilang rendah. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Farhat Abbas menyatakan berduka atas meninggalnya komedian Olga Syahputra. Hanya saja, ucapan duka Farhat sedikit berbeda dengan masyarakat dan selebritas lainnya.

    Menurut Farhat, kebohongan telah berakhir dengan meninggalnya Yoga Syahputra-nama asli Olga. "Kepergianmu mengakhiri semua intrik, teka-teki, drama dan segala kebohongan. RipOlga," cuit Farhat pada Jumat, 27 Maret 2015.

    Entah kebohongan apa yang dimaksud Farhat yang dikenal sebagai pengacara kontroversial tersebut. Yang jelas, menurut dia, orang-orang terdekat Olga menutupi sesuatu.

    "Sayang sekali orang-orang di sekelilingmu menutupi segalanya tentangmu, ternyata ceritamu lain dengan cerita mereka," lanjut Farhat. "Perlakuan mereka terhadapmu tak seperti dirimu memuliakan mereka."

    Bagi Farhat, Olga dikuasai oleh beberapa orang terdekatnya. "Hidup, mati dan segala tentangmu diatur, dikuasai dan dikendalikan mereka. Mereka tahu, tapi kami dibuatnya seolah-olah tidak tahu," tulis Farhat lagi.

    Mantan suami Nia Daniati ini juga berpendapat semua yang dialami Olga merupakan jalan yang terbaik. "Lebih baik Olga mati daripada dia sakit setengah dan dirahasiakan tempat maupun penyakitnya," tulis Farhat.

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.