Olga Berperan Jadi Waria: Repotnya Dada Ini Harus Dijejali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor dan presenter serta komedian Indonesia, Olga Syahputra. TEMPO/Fransiskus S

    Aktor dan presenter serta komedian Indonesia, Olga Syahputra. TEMPO/Fransiskus S

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayu Dewi menangis setelah tiba di rumah orang tua Olga Syahputra di Jalan Kresna Raya Nomor 4, Duren Sawit, Jakarta Timur,  pada Jumat, 27 Maret 2015 pukul 20.00WIB.

    Bersama dengan komedian Denny "Cagur" Wahyudi, keduanya ingin memastikan kabar wafatnya artis serba bisa Olga Syahputra di Singapura beberapa jam sebelumnya.  "Awalnya saya sempat tak percaya kabar duka itu," ujar Denny.

    Kedua artis ini akan hadir di pemakaman sahabatnya, pada Sabtu, 27 Maret 2015 sebelum shalat dzuhur di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Setelah berhasil menjadi presenter, Olga Syahputra mulai melebarkan karirnya sebagai aktor. Dalam film berjudul 'Taman Lawang' dia berperan sebagai Chintia, seorang waria yang menjajakan diri di daerah Taman Lawang, wilayah tepi Kanal Banjir Barat, Menteng, Jakarta Pusat.

    Dalam film ini Olga memiliki peran ganda. Selain bermain sebagai tokoh utama dirinya pun mengambil peran sebagai produser. "Ini film saya yang pertama kali. Selama ini saya cukup selektif untuk pilih tawaran-tawaran main film, tapi Taman Lawang ini lah yang saya pilih," kata Olga saat diwawancarai Tempo pada 3 November 2013.

    Menurut pria yang sejak kecil aktif di Sanggar Ananda, bermain peran sebagai waria tidak begitu sulit. "Yang bikin repot cuma wig yang berat, kaki pegal karena heels, terus maaf, ini (menunjuk bagian dada) saya juga harus dijejali kain, kaos biar ada isinya, repot, nggak nyaman," paparnya.

    Kisah dalam Film Taman Lawang, kata  Olga, diangkat dari cerita nyata yang pernah terjadi tahun 1990-an. Saat itu ditemukan mayat seorang waria yang lompat ke sungai atau Kanal Banjir Barat. "Kisah dan kejadiannya aneh, semua orang hampir tahu Taman Lawang itu tempat apa di Jakarta," katanya.

    Film ini dikemas dalam bentuk thriller namun tanpa menyajikan adegan atau tampilan yang seronok. Olga sebagai produser menjamin film pertamanya tersebut aman ditonton anak-anak. "Ini memang bukan film komedi, tapi tetap ada unsur komedi di dalamnya. Akan ada banyak pesan yang bisa dipetik. Saya berani mengambil peran ini karena mengingatkan pada banyak orang tentang apa itu Taman Lawang."

    AISHA | RAYMUNDUS RIKANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.