Seniman Ai Weiwei Raih Penghargaan Amnesty Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ai Weiwei berpose di studionya di Beijing, (22/5). AP/Alexander F. Yuan

    Ai Weiwei berpose di studionya di Beijing, (22/5). AP/Alexander F. Yuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Amnesty Internasional memberikan penghargaan hak asasi manusia kepada seniman Cina, Ai Weiwei dan penyanyi Amerika Serikat Joan Baez. 

    “Mereka telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dalam memperjuangkan hak asasi manusia,” demikian pernyataan Amnesty Internasional pada Selasa, 24 Maret 2015.

    Lembaga ini sebelumnya memberikan penghargaan tertinggi untuk hak asasi manusia ini kepada perempuan muda asal Pakistan, Malala Yousafzai, mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

    Ai Weiwei adalah seniman yang mengkritik Pemerintah Cina sehingga dia ditahan selama 81 hari dan dicegah keluar dari Cina pada 2011. Karya-karyanya membuat Pemerintah Cina gerah. Melalui karyanya, Ai Weiwei mengingatkan kita bahwa hak setiap individu untuk mengekspresikan diri, mereka harus dilindungi,” ujar Salil Shetty, Sekretaris Jenderal Amnesty. “Bukan hanya untuk kepentingan masyarakat tetapi juga untuk seni dan kemanusiaan."

    Shetty juga memuji komitmen Baez yang kuat untuk protes damai dan hak asasi manusia untuk semua.

    Penghargaan akan diserahkan pada upacara di Berlin pada 21 Mei 2015. Tentu saja Ai Weiwei tak dapat menghadiri acara tersebut karena di bawah pengawasan pemerintah dan tidak bisa meninggalkan Cina. Dia mengatakan sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada Cina sebagai dampak penghargaan itu, karena dianggap cukup meremehkan jenis penghargaan itu.
    Dia pun mendesak negara-negara lain untuk terus mengkritik situasi sosial dan politik Cina.

    "Pendapat saya adalah bahwa dalam memberikan perhatian dan bersikap kritis tentang isu-isu hak asasi manusia, memperhatikan kondisi dasar eksistensi manusia, dan ini benar-benar bukan hadiah Barat dapat memilih untuk memberikan tetapi itu adalah tanggung jawab mereka," kata dia.

    Juru bicara Menteri Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan pemerintah telah menyatakan sikap terhadap kasus Ai Weiwei berkali-kali. Dia sedang dalam penyelidikan oleh penegak hukum.

    Pada 2011, Ai ditahan tanpa tuduhan apa pun dan ditahan di sel isolasi, memicu kecaman internasional. Pengadilan kemudian mengenakan denda US$ 2,4 juta kepada Ai Weiwei untuk penggelapan pajak.

    Seniman ini melawan dengan melakukan protes terhadap larangan bepergian dengan menempatkan bunga di keranjang sepeda di luar rumah dan studionya di Beijing. “Saya akan melakukan setiap hari sampai saya mendapatkan hak bepergian dan kebebasannya,” ujar Ai . Dan dia telah melakukan hal itu selama 480 hari.

    REUTERS | DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.