Pasca Operasi Ovarium, Angelina Jolie Menopause?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Jolie berbicara dalam konferensi pers di kamp pengungsi Khanke di Dohuk, Irak, 25 Januari 2015. Menurutnya komunitas internasional belum berbuat banyak untuk menolong para pengungsi korban ISIS ini.  REUTERS/Ari Jalal

    Angelina Jolie berbicara dalam konferensi pers di kamp pengungsi Khanke di Dohuk, Irak, 25 Januari 2015. Menurutnya komunitas internasional belum berbuat banyak untuk menolong para pengungsi korban ISIS ini. REUTERS/Ari Jalal

    TEMPO.CO , Los Angeles: Angelina Jolie dikabarkan mengangkat ovarium dan tuba falopinya sebagai upaya risiko kanker. Istri Brad Pitt ini berani mengambil risiko demi kesehatannya.

    Dengan pengangkatan ovarium, sudah barang tentu, seorang perempuan tidak akan bisa hamil lagi. Upaya ini diambil Jolie untuk meminimalisir risiko kanker yang dideritanya. Dua tahun lalu, pemeran Mrs Smith dalam film Mr. & Mrs. Smith bersama Brad Pitt ini memang divonis menderita kanker payudara.

    Pengangkatan ovarium ini dilakukan dengan menstransfer estrogen bio-identical ke dalam tubuh. Dokter juga memasukkan IUD progesterone ke dalam rahim Angelina agar tetap bisa membantu menjaga keseimbangan hormonnya.

    "Aku saat ini dalam keadaan menopause. Aku tak akan lagi bisa punya anak dan kemungkinan besar akan terjadi perubahan fisik," kata Jolie seperti dilansir Dailymail, Selasa, 24 Maret 2015.

    "Aku merasa lebih tenang dengan apapun yang akan terjadi. Bukan karena aku kuat, tapi karena ini adalah bagian dari hidup. Tak ada yang perlu ditakuti," ujarnya.

    Meski begitu, Angelina Jolie belum berhenti untuk mencari cara, bagaimana mengurangi risiko kanker, yaitu menjalani gaya hidup yang sehat.

    "Aku merasa lebih feminin karena keputusan yang telah kupilih untuk diriku sendiri dan keluarga. Aku yakin anak-anakku tak akan pernah berkata:”'Ibu meninggal dunia karena kanker ovarium."

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.