Orang-orang Ini Merelakan Ginjalnya buat Abdee Slank  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel grup band Slank Bimbim (kedua kanan), Kaka (tengah), Ridho (kiri), Ivanka (kanan) dan Abdee Negara (kedua kiri) berfoto bersama seusai memberi keterangan pers di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, 22 Maret 2015. ANTARA FOTO

    Personel grup band Slank Bimbim (kedua kanan), Kaka (tengah), Ridho (kiri), Ivanka (kanan) dan Abdee Negara (kedua kiri) berfoto bersama seusai memberi keterangan pers di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, 22 Maret 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Iffet Veceha Sidharta alias Bunda Ifet, manajer band Slank, menawarkan diri menjadi pendonor ginjal untuk gitaris Slank, Abdee Negara. Wanita 78 tahun itu tampak antusias. "Bunda juga mau (donor). Walau sudah tua, ginjal Bunda masih bagus," katanya di markas Slank, Jalan Potlot III, Jakarta Selatan, Minggu, 22 Maret 2015.

    Abdee tersenyum mendengar ucapan Bunda. "Sudah tidak bisa, Bunda. Usia yang diperbolehkan 18-60 tahun," ujar Abdee. Pria 47 tahun itu mengalami gagal ginjal stadium akhir. Dokter mewajibkannya cuci darah dua kali seminggu dan transplantasi ginjal. Menurut dia, ada beberapa Slanker, fan Slank, yang menawarkan diri menjadi pendonor.

    Keluarga inti dan keluarga besarnya, tutur Abdee, juga tak ingin ketinggalan. Mereka ingin Abdee segera pulih dan bermain musik lagi. "Saya tidak menyangka banyak yang perhatian. Saya bersyukur dan berterima kasih banyak kepada keluarga dan Slanker," kata mantan gitaris band Flash dan Interview itu.

    Saat ini Abdee sedang menjalani observasi transplantasi ginjalnya. Dia belum memikirkan segera melakukan operasi transplantasi ginjal di rumah sakit luar negeri. "Di Jakarta, rumah sakit sudah banyak dan bagus-bagus. Apalagi bisa pakai BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), jadi cukup meringankan."

    Seperti yang dikutip dari laman Medicinenet.net, penyakit gagal ginjal biasanya diakibatkan oleh penumpukan produk limbah dalam tubuh. Penumpukan ini menimbulkan kelemahan, sesak napas, lesu, dan kebingungan. Kalium yang menumpuk di aliran darah mengakibatkan irama jantung tidak normal.

    Penyakit gagal ginjal berkembang selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis ini terkait dengan diabetes yang kurang terkontrol, kurang terkendalinya tekanan darah tinggi, dan penyakit prostat. Akibat terburuk penyakit ini adalah kematian mendadak.

    DEWI SUCI RAHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.