Memburuk, Fungsi Ginjal Abdee Slank Hanya 3 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gitaris Slank, Abdee Negara, saat pentas dalam acara SCTV Award 2005 di Jakarta Convention Center (JCC), 25 Agustus 2005. Meski belum ada pernyataan langsung dari mulutnya, seorang kawan Abdee, Fadjroel Rachman, menyatakan ia cuma beristirahat untuk mengurusi kesehatannya. Dok. TEMPO/ Donang Wahyu

    Gitaris Slank, Abdee Negara, saat pentas dalam acara SCTV Award 2005 di Jakarta Convention Center (JCC), 25 Agustus 2005. Meski belum ada pernyataan langsung dari mulutnya, seorang kawan Abdee, Fadjroel Rachman, menyatakan ia cuma beristirahat untuk mengurusi kesehatannya. Dok. TEMPO/ Donang Wahyu

    TEMPO.COJakarta - Abdee Negara, gitaris Slank, mengatakan fungsi ginjalnya kian menurun sejak pertama kali divonis gagal ginjal sekitar 4,5 tahun lalu. Dokter menyatakan fungsi ginjalnya saat ini hanya 3 persen.

    "Kalau 4,5 tahun lalu masih 12 persen," katanya saat konferensi pers di markasnya di Jalan Potlot III, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Maret 2015.

    Karena itu, dokter mengharuskannya istirahat total dengan menjalani cuci darah rutin dua kali dalam seminggu. Dokter juga menyarankan Abdee untuk transplantasi ginjal. "Sekarang masih observasi menuju transplantasi," ujarnya.

    Kemungkinan transplantasi akan dilakukan di Jakarta. Namun ia belum memastikan di rumah sakit mana. "RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) juga bagus," kata gitaris band pelantun lagu Ku Tak Bisa itu.

    Secara mental, ia merasa sehat. Namun fisiknya terasa lemah dan sulit konsentrasi. Penyakit tersebut berawal dari darah tinggi yang dideritanya. Selain itu, gaya hidup tidak sehat memicu kacaunya kerja ginjal. "Saya sering telat makan dan susah tidur. Itu salah satu pemicu makin parahnya."

    Pria kelahiran 28 Juni ini memutuskan untuk cuti panjang dari kegiatan manggung-nya. "Sebenarnya saya masih ingin manggung, tapi fisik saya tidak kuat," katanya.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.