Abdee Slank Tak Menyerah dengan Penyakit Ginjalnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gitaris Abdee Negara, tampil di konser ulang tahun ke-29 Slank di Stadion Kridosono, Yogyakarta, 23 Desember 2012. Selain di Slank, Abdee memproduseri grup band Serieus dan bisnis efek gitar hasil pemikiran dan kreasinya sendiri yang diberi nama The Eyes.  Dok. TEMPO/Suryo Wibowo

    Gitaris Abdee Negara, tampil di konser ulang tahun ke-29 Slank di Stadion Kridosono, Yogyakarta, 23 Desember 2012. Selain di Slank, Abdee memproduseri grup band Serieus dan bisnis efek gitar hasil pemikiran dan kreasinya sendiri yang diberi nama The Eyes. Dok. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Abdi Negara Nurdin, gitaris Slank, cuti delapan bulan hingga satu tahun dari jadwal manggung kelompok musiknya itu. Abdee Slank, demikian panggilan akrabnya, harus menjalani serangkaian pengobatan lantaran ia mengalami gagal ginjal.

    "Dua kali dalam seminggu harus cuci darah, sehingga tidak memungkinkan saya mengikuti jadwal Slank yang padat," kata Abdee saat menggelar konferensi pers di markasnya di Jalan Potlot III, Jakarta Selatan, Minggu, 22 Maret 2015.

    Abdee menderita gagal ginjal sejak 4,5 tahun lalu. Dokter sempat menyarankan transplantasi ginjal. Namun, ia menolaknya. Pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, itu memilih diet ketat dan mempelajari penyakitnya sebelum ikut saran dokter.

    Ia divonis gagal ginjal stadium akhir. Fungsi ginjalnya sudah tak normal lagi, yakni hanya di bawah 12 persen saat itu. "Selama 4,5 tahun ini saya menjalani berbagai pengobatan medis dan alternatif. Kini saya tidak kuat lagi, harus istirahat."

    Bimo Setiawan Al Machzumi alias Bimbim Slank, personel lainnya, menegaskan ia tidak mencari pengganti Abdee. "Kami tidak akan pernah mengeluarkan Abdee. Kalau ditanya, kami masih berlima. Tapi untuk manggung, sementara ini berempat," ujar Bimbim.

    Seperti yang dikutip dari laman Medicinenet.com, gagal ginjal biasanya diakibatkan penumpukan produk limbah dalam tubuh. Penumpukan ini menimbulkan kelemahan, sesak napas, lesu, dan kebingungan. Kalium yang menumpuk di aliran darah mengakibatkan irama jantung tidak normal.

    Gagal ginjal berkembang selama bertahun-tahun. Penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis ini terkait dengan diabetes yang kurang terkontrol, kurang terkendalinya tekanan darah tinggi, dan penyakit prostat. Akibat terburuk penyakit ini: kematian mendadak.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.