Bunda Iffet: : Abdee Slank Tak Hengkang, Hanya...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Slank, Kaka (kanan) dan gitaris Slank, Abdee saat Konser Slank 3 Dimensi di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Jakarta, 28 Februari 2003. Gaya permainan gitaris kelahiran Donggala, Sulteng 46 tahun yang lalu adalah blues dan rock. Dok. TEMPO/ Rendra

    Vokalis Slank, Kaka (kanan) dan gitaris Slank, Abdee saat Konser Slank 3 Dimensi di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Jakarta, 28 Februari 2003. Gaya permainan gitaris kelahiran Donggala, Sulteng 46 tahun yang lalu adalah blues dan rock. Dok. TEMPO/ Rendra

    TEMPO.CO, Jakarta - Bunda Iffet Veceha Sidharta, manajer band Slank, menegaskan bahwa Abdee Negara tidak keluar dari grup musik bergenre rock itu. Menurut dia, Abdee hanya cuti panjang hingga waktu yang belum ditentukan.

    "Dokter mengharuskan dia beristirahat panjang, entah lima entah enam bulan, atau setahun, kami belum tahu," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 Maret 2015.

    Bunda Iffet geram atas pemberitaan yang menyebutkan Abdee hengkang dari band pelantun lagu Ku Tak Bisa itu. Ibu kandung Bimo Setiawan Al Machzumi alias Bimbim Slank itu menyatakan grup asal Jakarta itu tidak akan mengeluarkan Abdee.

    "Sementara ini, Slank hanya berempat sampai Abdee sembuh, tidak ada penambahan pemain atau pengganti Abdee," ujarnya. "Palingan sesekali featuring, bukan additional."

    Formasi empat personel ini telah dijalankan Slank dalam dua bulan terakhir. "Sudah tiga atau empat kali main tanpa Abdee," kata Bunda Iffet. 

    Sebelumnya dikabarkan bahwa Abdee menderita gagal ginjal dalam empat tahun terakhir. Selama ini gitaris Slank itu bertahan tanpa transplantasi ginjal atau cuci darah. Karena itu, dokter kini mewajibkannya  beristirahat panjang.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.