Abdee Slank Penyuka Lalapan, Sambal, dan Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Slank, Ridho (kiri) dan Abdee Negara, beraksi dalam kampanye capres Jokowi di Surabaya, 28 Juni 2014. Ia sempat menjadi relawan Jokowi dan menggelar konser kampanye besar di Senayan. TEMPO/Fully Syafi

    Personel Slank, Ridho (kiri) dan Abdee Negara, beraksi dalam kampanye capres Jokowi di Surabaya, 28 Juni 2014. Ia sempat menjadi relawan Jokowi dan menggelar konser kampanye besar di Senayan. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COJakarta - Abdee Negara keluar sementara dari Slank, grup musik rock yang bermarkas di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Gitaris Slank itu dikabarkan mau istirahat dan mengurusi kesehatan. Pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968, ini merupakan sosok penting dalam kiprah relawan Jokowi pada pemilihan presiden tahun lalu. 

    Abdee berada di balik panggung kesuksesan konser Salam 2 Jari yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 5 Juli 2014. Dia juga berperan dalam konser rakyat Salam 3 Jari yang melibatkan ratusan artis dan musikus Indonesia. Acara itu berlangsung di Monas pada 20 Oktober lalu setelah pelantikan Jokowi menjadi presiden. 

    Pada Rabu, 15 Oktober tahun lalu, ketika wawancara panjang tentang penyelenggaraan konser rakyat Salam 3 Jari di Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, ada hal menarik tentang pola makan Abdee.

    Malam itu sekitar pukul 23.30, Abdee, yang baru merampungkan rapat panjang untuk konser rakyat itu, rupanya baru sempat makan. Menu yang tersaji sederhana: nasi dan ayam goreng. Namun, yang mencuri perhatian, Abdee hanya sedikit menyantap nasi dan mencuil ayam goreng.

    Di meja itu juga terhidang sepiring besar lalapan berupa mentimun, selada, kemangi, dan popohan serta semangkuk kecil sambal. Abdee begitu lahap menyantap sambal dan lalapan. Beberapa teman relawan yang ada bersama dia, yakni Olga Lydia, Jay Wijayanto, dan Aria Bima, tampak terkesima memperhatikan gaya makan Abdee. 

    Saat itu Abdee, yang mengenakan kaus biru muda dibalut kemeja kotak-kotak warna biru-putih dan celana jins, tampak kepedasan. Namun Abdee tetap lahap menyantap sambal dan lalapan. Untuk menghalau rasa pedas, minuman yang diambilnya justru kopi. Padahal di meja itu ada banyak air mineral.  

    "Mas Abdee suka makan sambal dan lalapan plus minum kopi. Itu yang menjadi kebiasaan makannya," ujar Nia, manajer Abdee, yang malam itu juga ada di antara kami. 

    "Sambal dan lalapan itu seperti belahan jiwa yang harus beriringan satu sama lain. Pokoknya, makan saya mudah, cukup ada dua hal ini plus kopi. Kalau sudah bersantap begini, indahnya hidup," ujar Andee pada malam itu.

    HADRIANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.