Sabtu, 20 Oktober 2018

Barisan Nisan Homicide Ludes dalam 6 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COJakarta - Kaset minialbum kedua kelompok hip-hop legendaris Bandung, Homicide, berjudul Barisan Nisan ludes terjual dalam waktu enam jam. Padahal Barisan Nisan dijual dengan sistem pesan terlebih dulu alias pre-order.

    “Enam jam, seribu kopi terjual habis,” kata pendiri Elevation Records, M. Taufiqurrahman, yang merilis Barisan Nisan bersama Grimloc Records, Ahad, 15 Maret 2015. “Saya juga enggak nyangka.”

    Menurut Taufiq, seribu kopi kaset yang habis terjual termasuk cetak ulang kedua minialbum pertama Homicide, Godzkilla Necronometry. Padahal setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli dua kaset.

    Pemesanan kaset Barisan Nisan dibuka pada Jumat siang lalu. Namun, tak lama kemudian, kaset tersebut sudah habis dipesan. Karena daftar tunggu pemesan yang tidak kedapatan Barisan Nisan semakin bertambah panjang, Elevation Records akhirnya memutuskan menutupnya.

    Menanggapi hal tersebut, personel Homicide, Herry Sutresna alias Ucok alias Morgue Vanguard, terkejut. “Perkiraan saya pre-order ditutup sekitar lima hari,” ucap Ucok, yang juga pendiri label Grimloc Records.

    Homicide merupakan kelompok musik hip-hop legendaris asal Bandung yang hidup pada 1994-2007. Meski telah “dikubur”, Homicide tetap memiliki penggemar setia. Buktinya, ratusan vinil Godzkilla Necronometry terjual dalam waktu sehari pada Juli 2013.

    Sedangkan Barisan Nisan dirilis pertama kali pada 2006 dalam format CD-R. Saat mengeluarkan Barisan Nisan, Homicide digawangi DJ E dan Morgue Vanguard. Materi dalam Barisan Nisan sempat dikemas ulang dalam semi-antologi mereka, yakni The Nekrophone Dayz; Remnants and Traces from the Years Worth Living, oleh Subciety Records pada 2006.

    KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.