Suami Sarah Sechan Ahli Postur Tubuh Manusia?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarah Sechan dan Neil G. Furuno. Twitter.com

    Sarah Sechan dan Neil G. Furuno. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernikahan Sarah Sechan dan Neil G. Furuno yang berlangsung Jumat, 6 Maret di Los Angeles masih menjadi pembicaraan menarik. Mantan video jockey MTV ini melakukan pernikahan kedua dengan Furuno yang dikenalnya sejak hampir tiga tahun lalu. Pada 17 Desember 2012, Sarah pertama kali menggunggah foto mesranya dengan Furuno ketika masih berpacaran.

    Bagi dunia hiburan, nama Furuno sebenarnya bukan hal baru. Pada 2009 lalu, pria kelahiran 2 September 1974 ini sempat berpacaran dengan Agnez Mo. Saat itu pelantun lagu Coke Bottle ini berambut pendek--sepintas sama dengan rambut ala Sarah Sechan yang pendek.

    Furuno, yang memiliki wajah khas Asia, berprofesi sebagai dokter spesialis chiropractic atau bidang yang khusus bergelut dengan masalah tulang dan postur tubuh manusia. Boleh dibilang, Furuno merupakan ahli atau master di bidang ini.

    Dengan postur tubuh tegap dan gagah, ditambah wajah tampan dan senyum manis, dokter lulusan University of California Los Angeles (UCLA) ini mampu menarik perhatian Sarah hingga menuju pelaminan.

    Kecintaan Furuno pada chiropractic bermula ketika dirinya mengalami cedera pinggang kronis akibat kecelakaan saat berlatih senam. Menderita sakit selama setahun, Furuno dianjurkan mencoba chiropractic. Setelah sembuh ia pun menekuni ilmu ini hingga menjadi pakar chiropractic di Cleveland Chiropractic College Los Angeles.

    Selain pakar di bidang tulang dan postur tubuh, Furuno ternyata pernah membintangi layar lebar berjudul Peaceful Warrior pada 2005. Selanjutnya, pada 2008, dia juga pernah jadi bintang iklan olimpiade di Beijing.

    Sarah Sechan bahagia menikah dengan Furuno. Ia mengumumkan kabar bahagianya tersebut setelah melangsungkan pernikahan. Dalam akun Twitternya @sarseh pada Senin, 9 Maret ia menuliskan, "Press conference sudah kuno, kini saatnya self conference. Beritanya lebih nyata, bukan gosip." 

    HADRIANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.