Lagu Reggae Sambut 2 Abad Letusan Tambora

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Tambora. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Gunung Tambora. TEMPO/Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO , Mataram: Menjelang peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora di Kabupaten Dompu-Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), 11 April 2015, kelompok musik reggae lokal Mataram, Amtenar, mengeluarkan single Tambora Menyapa Dunia. Lagu yang diciptakan vokalis Amtenar Harwinadi Kusumajaya tersebut diluncurkan 3 Maret 2015 lalu di Cafe Bandini Mataram.

    Rencananya, lagu tersebut juga akan dirilis dalam album kelima Amtenar yang sedang disiapkan. "Lagu tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah," kata Harwinadi alias Wen, Rabu, 11 Maret 2015. Bahkan, lagu tersebut disiapkan gratis jika ingin diunduh melalui www.reverbnation.com/amtenarofficial.

    Menurut juru bicara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Cakra Vijati, Amtenar merupakan salah satu pionir musik reggae di Indonesia. Cakra mengatakan Amtenar ingin menyemarakkan peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 11 April 2015 di Dompu dan Bima dengan lagu Tambora Menyapa Dunia. "Lagu yang easy listening ini sudah di-launching," ujarnya.

    Sesuai buku Tambora Menyapa Dunia karya Heryadi Rachmat, Budi Bramantyo, Adjat Sudradjat, dan Agoes Suryanto yang diluncurkan pertengahan Februari 2015, kaldera Gunung Tambora mulai bergemuruh pada 1812. Letusan mulai terjadi 5 April 1815 yang terdengar di Makassar yang jaraknya 380 kilometer dan Batavia (Jakarta) yang berjarak 1.260 kilometer, Ternate di Maluku yang berjarak 1.400 kilometer. Bahkan letusan yang terjadi 10-11 April 1815, terdengar di Sumatera yang berjarak 2.600 kilometer.

    Letusan Gunung Tambora yang tingginy mencapai 4.200 meter menewaskan 192 ribu jiwa dan hilangnya tiga kerajaan.Bahkan, awan yang menyelimuti langit Eropa pada musim panas menyebabkan musim dingin yang datang tidak terduga sehingga Jenderal Napoleon Bonaparte kalah perang melawan Inggris dan Prussia di Belgia.

    Amtenar memulai debutnya sebagai kelompok musik yang dikenal menggunakan nama OP BOX pada tahun 2007. Pemusiknya adalah Wen (vokal), Mohan Roliskana (keyboard), Denny (rhytm), Ovi (Synthesizer), Didit (lead guitar), Koes (drum), dan Igor (bass) mengawali langkah mereka di blantika musik lokal.

    Pada awal 2009 group band yang awal berdirinya bernama OP BOX berubah menjadi Amtenar. Nama Amtenar sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti pejabat/pegawai pemerintah. Dipilihnya nama Amtenar karena seluruh personilnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil pada Pemerintah Kota Mataram.

    Di pertengahan 2009, mereka memutuskan untuk membuat album pop rock yang diberi judul Silaturahmi Cinta berisi delapan lagu pop rock plus bonus track lagu berjudul Lombok I Love U yang bernuansa Reggae.

    Album Silaturahmi Cinta mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat dan mengangkat lagu Lombok I Love U menjadi hits di radio - radio di dalam dan luar pulau Lombok. Melihat kenyataan ini, Amtenar kemudian mengusung reggae sebagai warna musik mereka. Warna reggae terlihat di album kedua mereka bertajuk Kau dan Warnamu.

    Beberapa hits yang telah diputar di radio-radio seputar Mataram di antaranya Stay With Your Love. Lagu ini kabarnya dipuji Steven Coconut Treez dan Tony Q Rastafara. Selain itu, album tersebut juga memuat lagu Kau dan Warnamu, Love Love Love, serta Hiasi Langit Hatiku. Album yang berisi delapan lagu ini beredar dalam bentuk compact disc dan ditangani White HouseStudio Jakarta sehingga kualitas yang dihasilkan menyamai standar nasional.

    Setelah ditinggalkan Mohan Roliskana sebagai Wakil Wali Kota Mataram 2010 lalu, kekosongan pemain keybord diisi oleh Harry.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.