Suka Duka Sam Smith Sejak Mengaku Gay  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Sam Smith berpose dengan sejumlah penghargaan yang diraihnya yaitu, Best New Artist, Best Pop/Vocal Album, Song of the Year dan Record of the Year dalam ajang Grammy Awards ke-57 di Los Angeles, California, 8 Februari 2015. REUTERS

    Penyanyi Sam Smith berpose dengan sejumlah penghargaan yang diraihnya yaitu, Best New Artist, Best Pop/Vocal Album, Song of the Year dan Record of the Year dalam ajang Grammy Awards ke-57 di Los Angeles, California, 8 Februari 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Los Angeles - Penyanyi yang saat ini tengah ngehit dengan lagunya, I'm Mot The Only One, ternyata mengalami banyak pengalaman buruk dalam hidupnya.

    Dilansir News.com, Selasa, 10 Maret 2015, kepada The Sun, Smith bercerita tentang suka-duka yang dilaluinya sebagai gay.

    Pria 22 tahun ini mengakui soal kelainan orientasi seksualnya pada berusia 11 tahun. Karena pengakuannya tersebut, orang-orang lalu mengejeknya, dan bahkan memukulinya.

    "Saat pindah ke London, saya mendapatkan pukulan di leher ketika pulang dari tempat kerja," kata Smith.

    Meski kerabat dekat dan teman-teman sekolahnya menerima kondisinya, siswa dari sekolah lain masih saja menerornya.

    "Anak laki-laki dari sekolah saingan berteriak menghinaku ketika aku berjalan ke stasiun kereta. Saya ingat betul, mereka meneriakiku sepanjang waktu," ujar Smith.

    Namun Sam Smith tidak merasa terpojok dengan cemohan yang datang kepadanya. Ia malah menjadikannya sebagai motivasi hidup. Terbukti, tahun ini Smith sukses meraih penghargaan yaitu empat trofi dari Grammy dan dua dari Brit Awards.

    RINA ATMASARI | NEWS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.