Kisah Jessica Iskandar: Sempat Menyepi, Tak Minta Sesen pun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raut wajah Jessica Iskandar usai mengikuti persidangan gugatan pembatalan nikah oleh Ludwig Franz Willibald di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Raut wajah Jessica Iskandar usai mengikuti persidangan gugatan pembatalan nikah oleh Ludwig Franz Willibald di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 10 Desember 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Jessica Iskandar mengaku harus mengasingkan diri selama mengandung anak hasil pernikahannya dengan Ludwig Franz Willibald. Jessica, yang namanya melambung sebagai presenter program acara Pesbukers, memilih untuk meninggalkan Indonesia agar bisa menghindari pantauan publik. 

    "Saya memutuskan pergi ke Amerika," kata Jessica Iskandar saat memberi keterangan pers, Senin, 9 Maret 2015, di Jakarta. 

    Jessica menjelaskan, selama hamil, dia terpaksa menumpang hidup di rumah kakaknya. Jessica mengaku tak pernah meminta nafkah dari Ludwig selama tinggal di Amerika. Semua kebutuhan hidupnya ia tanggung seorang diri. Jessica mengaku tulus dan ikhlas menjalani itu semua. Semua itu ia lakukan agar buah hatinya bisa tumbuh menjadi anak yang bahagia dan sukses. 

    "Saya tidak pernah meminta apa-apa. Belum pernah satu sen pun. Selama ini tidak pernah ada dukungan lahir dan batin dari suami saya," katanya.

    Meski demikian, Jessica mengaku mampu menjalani cobaan itu dengan senyuman. Ia mengaku bisa tegar menghadapi itu semua. 

    "Ketika saya hamil, saya merasa mendapat anugerah dari Tuhan. Saya merasa menjadi wanita yang sempurna. Saat melihat wajah anak saya, semua masalah seolah kecil. Meski selama ini saya selalu sedih dan menangis, saya bisa bersyukur dan bahagia," katanya.

    RIKY FERDIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.